Diduga Cabuli Staf THLnya Aiptu Feky Rondonuwu Dicopot Dari Jabatanya

Spread the love

Manado – Identitasprime.com – Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum Kasi Propam Polres Minahasa Tenggara Aiptu Feky Rondonuwu  memasuki babak baru.

Terinformasi oknum Kasi Propam Aiptu Feky Rondonuwi  telah dicopot dari jabatannya selaku kasi propam.

Cici yang diduga kuat menjadi korban pelecehan seksual oleh kasi propam polres mitra itu telah melaporkan kasus tersebut ke Unit Propam Polres Mitra dan di terima oleh Kasi Propam yang baru.

“iya benar Kasi Propam Aiptu Feky Rondonuwu telah dicopot dari jabatannya dan kemarim bersama dengan ayah saya sudah memasukkan laporan ke Unit Propam Polres Mitra atas apa yang Aipda FR lakukan dan diterima oleh Kasi Propam yang baru,”beber Cici pada iNewscrime.com via Whatssap messenger.

Tak sampai disitu saja, berdasarkan info dari Cici (korban) dirinya Beserta FR telah diperiksa oleh Propam Polda Sulut dan setelah diperiksa Aipda FR diizinkan pulang untuk melihat istrinya yang sakit lalu kembali dan langsung ditahan oleh Propam Polda Sulut. Katanya menurut salah seorang anggota yang memeriksanya.

Awak media kami mencoba menelusuri langsung terkait pemeriksaan dan pemahanan Aipda FR dengan mengkonfirmasi langsung pada Kombes (Pol) Marlien Tawas via telpon dan Whatssapp namun tidak direspon oleh yang bersangkutan.

Sementara itu, Aipda Feky Rondonuwu saat di konfirmasi terkait laporan itu mengaku tidak pernah melakukan hal yang disangkakan padanya.
“info dari mana itu?, saya tidak pernah melakukan itu,”ujar Aipda FR.

Diketahui bahwa Aptu Feky Rondonuwu selaku kasi propam polres mitra pernah mengajak seorang wanita yang bekerja sebagai staf tenaga harian lepas bernama cici ke belang untuk mengambil uang sebesar 5 juta rupiah awalnya cintya menolak namun karena diajak dan di desak terus oleh kasi akhirnya saya ikut dan naik ke mobil  kata cintya.  Namun saat di belang saya di bawah ke salah satu rumah dan dipaksa oleh kasi Aiptu Feky Rondonuwu masuk ke dalam kamar dengan cara tangan saya di tarik paksa sampai saya kesakitan melawan dekapan dan tarikan dari kasi propam tersebut. Imbuh cintya ke awak media.

Atas tindakan tersebut saya merasa tidak tenang lagi bekerja sebagai tenaga harian lepas di propam polres mitra maka saya mengambil keputusan untuk melaporkan hal ini sebab sesuai info yang saya dapati sebelum saya ada juga tenaga harian lepas di propam polres yang mengalami hal serupa dengan yang saya alami.  Tutur cintya.

Mungkin mereka yang mengalami perlakuan yang sama seperti yang saya alami boleh di mintai keterangan agar benar benar permasalahan ini dapat terkuak sesuai fakta bukan rekayasa.

(Redaksi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*