Diduga Di Aniaya 3 Oknum Polisi Polsek Maesa, Siswa SMA 2 Bulan Kritis Di RS

Spread the love

Ayah Korban: Kasus ini sudah dilaporkan ke Propam Polda Sulut pada Rabu (11/10) lalu, dengan nomor Laporan 04/10/2017/Propam Polda Sulut

MANADO, IdentitasPrime – Nasib Facrhin Dwi Ramdani (17), pemuda pelajar asal Kelurahan Bitung Tengah Kecamatan Maesa Kota Bitung, memprihatinkan karena sudah hampir dua (2) bulan terbaring lemah di RSUP Kandow.
Kepada orang tuanya Facrhin mengaku yang mana ia telah dianiaya oleh tiga oknum polisi, anggota Polsek Maesa.

Peristiwa nahas itu terjadi pada bulan Agustus 2017 lalu, sesuai cerita Abdula Kasim Ramdani (42), ayah dari korban saat ditemui beberapa wartawan Senin (21/10/2017) siang tadi.
Tanggal 20 Agustus 2017, beberapa anggota Polsek Maesa, Kota Bitung menjemput puteranya, dengan alasan korban diduga terlibat kasus Tarkam (Tawuran Antar Kampung).

“Kejadian tarkam itu sudah kurang lebih dua minggu terjadi, baru mereka datang menjemput anak saya,” beber Kasim ayah korban.
Selanjutnya Kasim mengatakan, saat itu korban ikut mengantar temannya dari warga sebelah dan melakukan tarkam di kampung sebela.
“Tapi anak saya hanya menggonceng teman-temannya dan dia hanya menunggu teman-temannya yang sedang berkelahi dengan anak-anak kelurahan sebelah. Setelah itu, anak saya mengantar mereka pulang ke kampung mereka,” jelasnya.

Baru dua hari ditahan polisi, korban dikabarkan sudah sakit, tapi sangat disayangkan, pihak Polsek tidak memberitahukan hal tersebut kepada orang tua korban.
“Padahal anak saya hanya dijemput dengan alasan menjadi saksi, kenapa Polisi menahan anak saya. Dan saya sangat sesali, Kapolsek tidak menjawab SMS saya dan telpon saya, saat saya bermaksud menanyakan kondisi anak saya,” timpal Kasim Ramdani (ayah korban).
Perasaan Kasim selaku ayah korban pergi ke Polsek dan mendapatkan anaknya sudah sakit. Melihat hal itu, anggota Polsek segera membawa korban ke puskesmas setempat.
“Saya sangat kecewa dengan prilaku oknum anggota Polsek Maesa, karena saat mengantar anak saya ke puskesmas, mereka langsung kembali ke Polsek dan membiarkan anak saya. Sebenarnya mereka harus menunggu hasil dari dokter, namun saat itu mereka hanya membiarkan anak saya begitu dan sampai saat ini saya membiayai anak saya di rumah sakit,” sesalnya.

Peristiwa penganiayaan itu, nanti diketahui, saat korban sempat sadar dan menceritakan peristiwa yang ditimpahnya ke keluarganya. “Anak saya menceritakan kalau ada tiga oknum anggota Polsek Maesa telah menganiayanya, dan pengakuan anak saya sudah saya rekam di handphone saya baik rekaman suara dan rekaman video,” tegas Ayah korban.

Sementara kasus ini sudah dilaporkan ke Propam Polda Sulut pada Rabu (11/10) lalu, dengan nomor Laporan 04/10/2017/Propam Polda Sulut.
“Saya berharap pihak Propam Polda Sulut bisa menuntaskan masalah ini dan memberi sanksi terhadap oknum anggota yang sudah menganiaya anak saya,” harap ayah korban.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*