Diduga Dinas Pendidikan Minut Minta Biaya Gelar Seminar

Spread the love

MINUT, IdentitasPrime – Dinas Pendidikan Minahasa Utara (Minut) mengadakan Sosialisasi Seminar Reformasi Pendidikan Sulut Melalui metode Gasing (Gampang, ASik, Menyenangkan) dengan pembicara Prof. Yohanes Surya Phd dari Surya Institute. Pasalanya, dalam kegiatan seminar tersebut Dinas Pendidikan Minut diduga melakukan pungutan liar (Pungli). Kepada setiap guru yang hadir diminta uang sebesar Rp100 ribu untuk membayar sertifikat seminar dan juga uang konsumsi.

Menariknya, guru-guru yang hadir dalam kegiatan seminar ini tidak mengetahui, kalau Dinas pendidikan Minut melaksanakan seminar pendidikan tersebut. Bahkan sejumlah uang yang dikeluarkan dalam seminar tersebut dikeluhkan oleh sejumlah guru. Bahkan kegiatan ini digelar di rumah pribadi Gubernur Sulut di Kelurahan Kolongan Kecamatan Kalawat mengingat seminar tersebut juga melibatkan Dinas Pendidikan Sulut, Selasa (11/7).

“Memang kami diminta membayar sejumlah uang Rp100 ribu. Bahkan kami tidak tahu kalau ada kegiatan itu karena hanya mendapat SMS secara mendadak dari kepala sekolah,” ungkap salah satu guru Minut yang meminta namanya di rahasiakan mengingat keselamatan jabatannya.

Dirinya menilai jika seharusnya kegiatan ini ada anggaran dari Dinas Pendidikan yang sudah tertata dalam APBD. “Seharusnya kegiatan bagini ada anggaran dari dinas terkait dan bukan dibebankan kepada guru,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Minut, dr Lilli Lengkong M.kes saat dikonfirmasi tidak membantah jika ada penagihan biaya sertifikat seminar dan konsumsi bagi peserta. Namun dirinya tidak bisa berkomentar banyak dan meminta menanyakan langsung kepada pihak panitia dari Surya Institute. “Memang ada biaya. Kegiatan ini memang sangat baik dilakukan di daerah. Sebab jika ikut langsung di Surya Institute akan dikenakan biaya sampai Rp5 juta untuk mendapatkan sertifikat,” singkat Lengkong.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan seminar, Maxsi Pinontoan saat dikonfirmasi membantah jika kegiatan ini ada pungutan biaya untuk pembuatan sertifikat dan konsumsi. “Dari kami tidak ada pungutan sama sekali. Kalau ada, itu saya tidak tahu,” tandasnya.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*