Diduga Gelapkan Gaji TKD Guru Kepulauan, Bendahara Pembantu Dipolisikan Bendahara Umum Diknas Minut

Spread the love
Plt. Kadis Pendidikan Sofitje Wolajan SE MM

MINUT, IdentitasPrime – Dugaan pengelapan uang Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) untuk guru kepulauan Kecamatan Likupang dan Kecamatan Likupang Barat, disinyalir berjalan aman di Dinas Pendidikan Minahasa Utara (Disdik Minut).

Disinyalir, untuk Kecamatan Likupang Timur guru yang bertugas di pulau tidak dibayar TKD sebesar Rp 2.5 juta per bulan, untuk satu orang guru. Sedangkan di Kecamatan Likupang Barat guru-guru yang berada di daratan sebesar Rp1 juta per bulan, per orang, mirisnya sampai sekarang tidak kunjung dibayar.

Saat dikonfrimasi wartawan, Plt. Kadis Pendidikan Sofitje Wolajan SE MM mengakui kalau ia telah menerima laporan terkait tidak dibayarnya TKD para guru.
Namun, sesuai laporan bendahara umum Nonsay Umboh, uang sudah diserahkan kepada Bendahara pembantu berinisial Syeni Tuwaidan pada waktu lalu.

“Dari laporan bendahara umum, TKD itu telah disalurkan sejak bulan September melalui bendahara pembantu, tapi sayangnya hingga dua kali panggilan dan pertemuan, dia tidak mengakui bahwa uang sebesar Rp 265.125.000,- telah diterimanya. Yang diakuinya hanya Rp 100.000.000,-. Jadi terjadi selisih sebesar Rp 165.125.000,-,” jelas Wolajan.

Ia juga, lanjut Wolajan, telah memanggil bendahara pembantu sebanyak 3 kali sebagai upaya konfrontir dan untuk menyelesaikan masalah. Dan bendahara umum hanya dua kali hadir dan bersikukuh tidak, sampai panggilan yang ketiga hari ini tidak hadir.
“Ada kabar bahwa yang bersangkutan saat ini sakit. Hal ini telah dilaporkan ke Polres Minut dengan tuduhan penggelapan dana TKD. Hingga saat ini ST belum juga masuk kantor, diperoleh kabar Dia sedang sakit,” pungkas Kadis Diknas saat ditemui peresmian SDN 1 Airmadidi, Kamis (18/1) kemarin.

Terpisah saat ditemui media ini, Bendahara Umum Nonsay Umboh membenarkan laporannya ke Polres Minut tersebut. Saat itu dana tersebut dicairkan tunai pada 25 September.

“Saat itu malam hari saya mengantar uang tunai tersebut bersama anak saya ke rumahnya, namun buku besar untuk menandatangani tanda terima tidak saya bawa,” tutur Umboh.

Ia juga menjelaskan, selang bulan Oktober dirinya kaget ada guru dari kepulauan datang ke kantor dan menanyakan TKD mereka yang belum kunjung diterima.

“Kaget dengan kabar ini, keesokan harinya saya bersama beberapa staf keuangan diknas berkunjung ke rumah ST dengan maksud menanyai kebenaran keluhan para guru kepulauan. Saat itu Dia-pun(Bendahara Pembantu-red) mengakui bahwa uang yang diterima tidak masalah dan sedang disalurkan ke guru-guru. Kami-pun diam-diam merekam pembicaraan upaya konfrontir tersebut. Rekamannnya sekarang kami simpan di laptop,” tukas Umboh.
Katakan Umboh lagi, dugaan penggelapan dana TKD ini sudah dilaporkannya ke pihak Polres Minut pada Rabu (17/1) dengan nomor LP/39/I/2018 SULUT/Res. Minut yang diterima KA Siaga SPKT Ipda Hengki Pinontoan.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*