Diduga Pemilik 5 Meja Judi Ketangkasan di Pasar Malam Tondano Main Aman dengan Aparat dan Panitia

Spread the love
  • 6
    Shares

Mayani Mengaku Serahkan Uang 2 Juta ke Kasat Untuk Dibagi Dengan Wartawan

MINAHASA, IdentitasPrime – Modus cari aman memperkaya diri sendiri dengan embel-embel bahkan diduga benar-benar menyuap pemerintah dan aparat, ternyata sukses dilakukan para pemilik sarana hiburan pasar malam.
Praktik curang ini sudah terjadi selama bertahun-tahun. Dan kali ini kembali modus operandi lihai itu dilakukan di Pameran Pembangunan HUT Minahasa ke-590 di Stadion Maesa Tondano.

Berdasarkan hasil investigasi media ini, dari belasan bandar judi berkedok “Permainan Ketangkasan Berhadiah Rokok”, diduga kuat kesemuanya sepakat menyuap aparat dan pemerintah, agar mereka dapat beraksi.
Alhasil, ratusan pengunjung berduyun-duyun terperdaya judi berhadiah rokok.

Dari sekian bandar judi KAMUFLASE sarana ketangkasan berhadiah rokok itu, mencuat sebuah nama yang banyak dikenal dengan sebutan Trez. Lelaki bertubuh subur ini terinformasi merupakan satu dari sekian pemilik Wahana Hiburan Pasar Malam terbesar asal Kota Gorontalo dengan jumlah karyawan puluhan orang, secara berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain.
Di lokasi tempat hiburannya, Trez sulit dijumpai sebab ia sengaja memasang seorang wanita yang akrab disapa Mayani sebagai penanggungjawab.

Namun saking licinnya, bila pihak aparat maupun pihak mana saja yang menjumpainya, Trez selalu menolak agar berkordinasi dengan Mayani, bukan dengannya.

Sementara Mayani, (wanita 40-an tahun) jika ditemui, malah menjawab yang mana dirinya hanya bawahan saja. “Oh nanti saja, saya mau tanya Trez dulu ya”…
Modus saling lempar bola ini sangat ampuh sehingga pihak mana saja yang berurusan, mengalami kesulitan.

Sabtu (3/11) Mayani ditemui dua oknum wartawan di lokasi Pasar Malam Stadion Maesa, saat ditanyai tentang ijin beroperasi lima (5) tenda permainan Judi Ketangkasan Berhadiah Rokok, dengan lantang menjawab, ada.
“Tadi Kasat datang, kami berikan uang 2 Juta untuk dibagi dengan dengan teman wartawan. Silahkan tanya Kasat, kalau Kasat bilang tidak, kembali kesini,” tutur Mayani dengan suara lantang.

Tak terima dengan bahasa itu, wartawan pun berusaha mencari Trez sang pemilik permainan judi dan Pasar Malam tersebut, namun selalu saja sulit dijumpai sampai berita ini naik.
Selain sering manggunakan nama aparat, Trez juga disinyalir lihai mengelabui panitia dan aparat.

Pasalnya, dalam memngurus atau mendaftarkan usaha Pasar Malamnya, Trez hanya mendaftar beberapa permainan dan sarana miliknya seperti Tong Edan, lempar gelang, perahu naga, dan wahana lainnya.
Sedangkan judi ketangkasan berhadiah rokok, diduga kuat tidak didaftarkan.

Bahkan, perlu diketahui, didalam area pasar malam miliknya, Trez menerima para penjual baju, sepatu/sendal, tas, topi, makanan ringan dan lainnya dan mengenakan mereka bayaran yang harus disetor ke pihaknya, bukan ke penyelenggara (panitia).
“Ya, mereka hanya melaporkan beberapa perkainan hiburan saja, tapi tidak ada laporan permainan berhadiah rokok,” ujar salah satu staf panitia pelaksana Pameran HUT Minahasa sembari menambahkan, beberapa pedagang lainnnya tidak didaftar ke panitia. “Beberapa diantaranya tidak dilaporkan ke kami,” tutupnya. (RED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*