Diduga Pilih Kasih, Kabag Humas Minsel Dinilai Tidak Mampu Rangkul Pers

Spread the love
  • 266
    Shares

 

MINSEL, IdentitasPrime – Gebrakan yang dibuat pasangan Bupati dan Wakil Bupati Minsel nampak kurang menggelegar ke publik karena disinyalir lemahnya instansi terkait, selaku corong Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.

Pasalnya, begitu banyak moment penting dan harum yang dilakukan pasangan bupati kondang itu, tidak heboh di kalangan masyarajat maupun pemerintahan.

Hal itu tentu saja mengarah pada sosok Kabag Humas Protokol Sekdakab Minsel. Akhir-akhir ini kinerja Kabag Humas dan jajarannya dinilai tidak mampu mengimbangi jam terbang pejabat, untuk merangkai pemberitaan dan merangkul sejumlah Pers di Kabupaten Minsel.

Alhasil, hingga saat ini masih ada media yang terus memberitakan kinerja miring baik pembangunan maupun pemerintahan.

Ini sangat ironi mengingat dalam memimpin Minsel, Bupati Dr Min Christiany Eugenia Paruntu SE dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar SH sudah berusaha melobi dan memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Minsel.
Tapi karena Kinerja Kepala bagian Humas dan Protokol Sekdakab Minsel Henri Palit SH kinerjanya buruk, dan diduga pilih kasih, sehingga para awak media terus mengkritisi kinerja pemerintahan yang ada di jajaran Pemkab Minsel.

Mau bukti yang lain, lihat saja sejumlah berita berkualitas tentang kinerja Bupati dan Wakil Bupati, banyak yang tidak sampai ke media sehingga tak dipublikasikan ke masyarakat luas.

Inipun dibenarkan salah satu Pemuda Minsel, Jovan Gabriel Kepada media ini. Menurut dia, untuk daerah yang sementara menuju puncak keemasan seperti Minsel ini, seorang Kabag Humas harusnya mampu menyampaikan kepada media semua informasi serimonial maupun perkembangan Minsel, sehingga bisa tersosialisasi. Tapi di Kabupaten Minsel sendiri terlihat banyak informasi yang tidak disosialisasikan oleh media Elektronik, Media Masa maupun Media online.
”Untuk itu kamai meminta supaya jabatan kabag Humas Minsel Henri Palit SH dapat dievaluasi. Karena jika tidak, dikwatirkan hubungan antara Pers dan Pemerintah akan ada jarak.” kata Gabriel.

Selain itu, katanya lagi, seharusnya Kabag Humas mampu merangkul para media yang ada di Kabupaten Minsel sehingga tidak terjadi keretakan dan informasi boleh di publikasikan secara luas.

“Baik dia media kecil, besar, ternama atau tidak, cobalah rangkul dengan cara yang bijaksana. Toh anggaran yang dipakai itu berasal dari uang negara, bukan uang pribadi. Jangan tebang pilih media, sebab bila berita terekspos, sakitnya akan sama rasanya,” pungkas Gabriel.

Hingga berita ini dipublikasikan, kabag Humas belum dapat dihubungi.(Meyvo Rumengan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*