Diduga PT MSM/PT TTN Masih Buang Limbah di Kuala Pangian, Ultimatum Komisi IV Deprov.. Ngambang

Spread the love
  • 40
    Shares

ADL Warning PT MSM/PT TTN dan DLH, Akan Blokir Jalan Lingkar Tambang

NASIONAL, IdentitasPrime – Gerah dengan janji-janji dan bermacam cara yang dipakai oleh PT MSM/PT TTN dan.Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara, akhirnya garda terdepan masyarakat lingkar tambamg dibawah bendera Organisasi Masyarakat Adat Aliansi Doyot Linekepan (Ormas Adat ADL) pun kembali meradang.

Seperti diketahui pembaca, usai memanggil hearing, sekitar tiga (3) minggu silam, Komisi IV DPRD dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara, turun ke area pertambangan elit PT Meares Soputan Mining/ PT Toka Tidung Neireles (PT.MSM/PT TTN di Kecamatan Likupang Timur.
Herry Tombeng Anggota Komisi IV yang turun waktu itu mengatakan, sebagai masyarakat Minut, dirinya sangat bangga dengan kehadiran perusahaan.raksasa di daerahnya.
“Memang kehadiran perusahaan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat seperti penyerapan tenaga kerja dan lain-lain. Tapi jangan sampai merugikan masyarakat seperti adanya laporan tentang limbah berbahaya,” katanya.
Sementara Inggried Sondakh Anggota Komisi IV juga men7ding Dinas Lingkungan Hiduo Provinsi Sulut tidak bekerja maksimal.

Sebelum meninggalkan area tambang, Ketua Komisi IV, James Karinda memberi ultimatum bahwa dalam 7 hari PT MSM/PT TTN dan DLH Provinsi sudah usai menyelesaikan masalah limbah dengan masyarakat Desa Resetlemen dan des lainnya yang dilalui Sungai Pangian.

Namun semua yang terjadi, dari penilaian Ormas Adat ADL, bakal putus ditengah jalan dan diduga semua hanya tak-tik memperlambat saja.
“Sejak awal kami sudah.tahu apa hasil dari hearing maupun ultimarum Komisi IV Deprov Sulut terhadap PT MSM/PT TTN dan Dinas Lingkungan Hidup. Semua hanya sia-sia dan dijadikan akses tak-tik delay saja,” sindir Tonaas Wangko ADL dr James Lengkong melalui PangBes ADL Meybi J Nelwan via ponsel, Selasa (26/3).

Masyarakat Lingkar Tambang melalui ADL, lanjut Meybi sudah tidak percaya lagi kepada eksekutif dan legialatif di Sulut, sebab pihaknya sudah bertahun-tahun mengumpulkan data, informasi dan bukti pembuangan limbah panas di Kuala Pangian.
Tapi baik teguran maupun warning yang dilayangkan ADL, semua seolah sirna ditelan bumi tanpa bekas.
“Ada apa dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara,
jangan cuma jaga beking surga telinga.
Pemerintah yang kami harapkan dalam hal ini DLH Sulut akan berpihak terhadap masyarakat atas kasus pencemaran dan perusakan lingkungan hidup yang di lakukan oleh PT MSM/PT TTN ternyata takut memberikan sangsi terhadap perusahaan yang sudah nyata-nyata melakukan pencemaran dan perusakan lingkungan,” sembur Nelwan.
Bukti, kata Meybi lagi, sudah dikantongi bahkan korban maupun saksi. Kenapa DLH Sulut takut dan mengulur-ulur waktu.
“Ingat Kalau hari ini janji DLH Sulut tidak turun, kami akan duduki DLH Sulut. Ada apa Kadis dan Kabid dan pegawai DLH Provinsi Sulawesi Utara (Bapak Alfa mengajak musyawara lagi, sedangkan sudah jelas permasalahannya. Kami akan turun lapangan dan akan mengerahkan kekuatan penuh memblokir seluruh akses masuk PT MSM/ PT TTN. Itu baru langkah pertama,” warning ADL.

Pihaknya tak mau manin-main lsgi mengingat waktu yang diberikan sudah satu tahun lebih, namun pihak terkait tak ada niat baik terhadap nasib raktat. “Kami beri kesempatan satu minggu sejak 1hari ini (Selasa 26 Maret 2019), DLH Sulut sudah mengambil sampel secara resmi (didampingi kami ADL, wartawan tv, wartawan media cetak, dan wartawan media online untuk di uji labor, dengan pengawalan secara transparan. Kalau tidak, terpaksa kami upaya sendiri agar dapat membuktikan celoteh BAKU MUTU yang di senandungkan DLH secara sepihak,” tukas Meybi.
Disentil ungkapan DLH Sulut yang mana Sungai Pangian bakal dijadikan area wisata air panas, menurut ADL itu sdalah wacana yang omong kosong. “Jawaban Kadis itu omong kosong, sebab air panas yang mengalir di Sungai Pangian adalah limbah yang bisa saja mengandung racun. Kalau tidak, mari kita turun bersama-sama, dari DLH dan perusahan untuk mandi atau minum bersama-sama air sungai yang katanya memenuhi baku-mutu ini.

Mari bicara realita sesuai fakta yang ada agar tidak menumpuk dosa semasa masih diberi kesempatan hidup oleh yang maha kuasa. Sekali lagi, kami dari ADL memberi waktu satu minggu. Kalau tidak di indahkan, maka kami akan menduduki Dinas Lingkungan Hidup, sebagian lagi akan memblokir jalan masuk ke PT MSM/PT TTN, dsn itu barubtahap pertama reaksi kami… I Jajat U Santi, “tandas Pangbes ADL Meybi J Nelwan. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*