Dinas PMK Papua Barat All-out Gelar Rakornis di Suwaan, Kokoleh I dan Marinsow

Spread the love
  • 17
    Shares

Johny Rumbruren: “Kami mendapat tambahan pengetahuan. Dan semoga itu bisa bermanfaat untuk masyarakat Papua Barat nanti”

MINUT, IdentitasPrime –  Pemerintah Provinsi Papua Barat gelar Rapat Rakornis yang dilaksanakan di Hotel Ibis pada Kamis (18/4/18), meski kegiatan ini dimulai dari tanggal yang di jadwalkan pada tanggal 3 April 2018 karena berbagai kesibukan.

Tujuan Rakornis ini adalah untuk menimba ilmu yang dimiliki Pemerintah Provinsi Sulut lebih khusus untuk Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dengan belajar sistem pemberdayaan masyarakat kampung melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di kabupaten Minahasa Utara.

Tim terdiri dari kepala Bidang dan kepala Dinas Kabupaten / Kota se-Papua Barat yang di pimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (Kadis PMK) Provinsi Papua Barat, Drs. Johny Rumbruren, M.Si mengunjungi tiga desa yang memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di tiga Kecamatan, yaitu Bumdes Berbahasa Pengetahuan Batako di Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat, Bumdesajemen Embung di desa Kokoleh 1 Kecamatan Likupang Selatan, dan pegelolaan lokasi Pariwisata di pantai Paal desa Marinsow Kecamatan Likupang Timur.

Rombongan lolos dan didampingi langsung Kadis Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Minahasa Utara, Ir. Cakrawira Gundo dan pendamping profesional Jimmy Rembet.

Rembet menjelaskan, Bumdes yang ada di Minut mengembangkan usaha yang sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar. “Kami mengawali Bumdes di desa Suwaan ini dari hal yang mudah dan menuntut lingkungan pantai kami. Di Suwaan banyak lokasi pembangunan perumahan. Mereka membutuhkan batako untuk membangun rumah. Jadi untuk di desa Suwaan dikembangkan usaha pembuatan batako, ”jelas mantan anggota DPRD Provinsi Sulut saat ini saat menjelaskan pengelolaan Batako di desa Suwaan, Kamis (19/04/2018).

Sementara itu, Hukum Tua desa Suwaan, SO Pinontoan menyambut baik kehadiran tim Pemprov Papua Barat. “Kami berterimakasih karena desa kami dan Bumdes yang ada di desa kami mendapat keyakinan sebagai salah satu desa tujuan studi banding Pemprov Papua Barat,” ujarnya.

Saat inspirasi desa Kokoleh Satu, tim Pemprov Papua Barat dibuat takjub dengan pengelolaan usaha Embung. “Bumdes melakukan pengelolaan embung dengan air dan pemanfaatannya untuk budidaya ikan air tawar,” jelas Hukum Tua Kokoleh satu Nikolas Pelealu.

Hal menakjubkan yang ditemui saat tim Pemprov Papua Barat mengunjungi lokasi pantai Paal di desa Marinsow. Disini Bumdes mengelola lokasi pariwisata pantai. “Kami mengawali dari lima Gazebo di bulan Mei 2017 lalu. Gazebo ini disewakan ke pengunjung yang datang berwisata. Selain itu, kami juga mengelola retribusi masuk ke lokasi wisata. Pengelolaan juga mendapat bantuan dari Kementerian, ”Ketua Bumdes desa Marinsow, Estherlin Balandatu.

Pemprov Papua Barat sendiri melalui Kadis PMK, Drs. Johny Rumbruren, M.Si Memberikan penghargaan atas sistem manajemen Bumdes di Kabupaten Minut. “Penjelasan yang kami dapat sangat bermanfaat untuk dilakukan di Kabupaten di Papua Barat. Kami mendapat tambahan pengetahuan. Dan semoga itu bisa bermanfaat untuk masyarakat Papua Barat nanti, ”ujar Rumbruren.

Untuk tim Pemberdayaan masyarakat Provinsi Papua Barat, Rumbruren juga dapat melakukan yang terbaik. “Ilmu yang kita dapat di sini dapat kita lakukan di Kabupaten yang ada di Papua Barat,” pesan Rumbruren.

Pemkab Minut sendiri yang di wakili Kadis Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Minahasa Utara, Cakrawira Gundo Terima terimakasih atas kunjungan tim Pemprov Papua Barat. “Kepercayaan yang kami peroleh dari Pemprov Papua Barat Menjadi pemicu bagi kami untuk membuat yang lebih baik lagi. Terimakasih kasih atas kunjungannya. Saat ini kami juga dapat melanjutkan ke Papua Barat, ”kata Gundo.

Sekretaris DPMK Saul Kareth mengahrapkan agar Pemprov Papua Barat bisa meniru dari Pemkab Minut dalam Hal Pengelolaan Bumdes dari tiga Desa yang menjadi pusat studi banding ini.

“Saya berharap agar kami dapat melakukan apa yang sudah kami lihat dan pelajari di tiga lokasi yaitu Desa Suwaan, Desa Kokoleh 1, dan Desa Marinsow, tahun depan akan ada Rakornis dengan agenda dari mereka yang sudah melakukan ini di di kabupaten. / Kota Masing-masing,” harap Kareth.

Kepala Bidang Ekonomi Pemaderan Masyarakat Kampung hasil dari studi banding ini tidak hanya diungkap tetapi juga harus di praktekkan di Kabupaten / Kota masing-masing, karena hanya belajar dan tidak di praktekkan saja dengan tidak ada hasil dari kunjungan yang di lalukan ini.(Novaluber)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*