Dispar Minut Suport Penuh Pagelaran Seni Budaya di Wanua Sawangan

Spread the love
  • 37
    Shares

Pagelaran Seni Budaya Wanua Sawangan di Taman purbakal Waruga Sawangan, Ditopang Pula Oleh Bumdes Saduan

MINUT, IdentitasPrime – Dalam rangka melestarikan Budaya Tanah Tonsea di balantika kebudayaan dan pariwisata se Nusantara, maka Dinas Pariwisata terus mengenjot setiap potensi adat, ttadisi dan seni budaya se Kabupaten Minahasa Utara.
Selasa 1 Mei 2018, bertempat di taman Cagar Budaya Waruga Sawangan, Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi, Minahasa Utara, Kadis Pariwisata Theodora Luntungan SE dan Kabid Cagar Budaya, bersama Kumtua Desa Sawangan, Stendry Wangke SH, membuka Pagelaran Seni Budaya Wanua Sawangan.

Mengawali kegiatan, doa bersama dipimpin oleh Pdt Jerry Kolamban dari GPT Tabernakel Sawangan.
Selanjutnya kata-kata sambutan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, (Bupati Vonnie Aneke Panambunan), dibacakan Kadis Pariwisata, Theodora Luntungan SE.

“Dalam rangka mendongkrak situs dan wahana pariwisata yang cukup menonjol dan berkelas di Tanah Malesung ini, maka Pemkab Minahasa Utara sangat menyambut baik digelarnya seni budaya warisan leluhur daerah tercinta ini,” katanya.

Lanjut Luntungan, ada pepatah Tak kenal maka tak sayang, ini sangat tepat untuk seni budaya kita.
“Ini jadi pesan moral bagi kita, karena salah sati visi Pemkab Minut, adalah Pariwisata, dan kewenangan ini ada di Bidang Kebudayaan, Dinas Pariwisata melalui pelesyarian nilai-nilai budaya daerah,” timpal Luntungan.
Lebih jauh, Kadispar menguraikan, Pemda juga selalu berupaya memberi informasi, sosialisasi, dan pemeliharaan situs-situs budaya serta event-event budaya berupa dorongan buat masyarakat.
“Terutama generasi muda kita, untuk mencintai nilai-nilai sejarah dan budaya negeri kita. Diperlukan peran serta masyarakat dan semua pihak terkait, terlebih bagi para pemerhati seni budaya. Karena Desa Sawangan sebagai Desa Adat terbanyak dikunjungi wisatawan Nusantara dan Mancanegara,” urai Luntungan.

Masyarakat Desa Sawangan juga dihimbau untuk menjaga keamanan situs budaya Waruga, seni budaya, serta potrnsi wisata arung-jeram yang kita miliki.
“Juga sarana pariwisata yang sudah dibangun untuk terus dikembangkan dan dipelihara baik agar melalui sektor pariwisata yang kita miliki, dapat mengangkat Desa Sawangan menjadi daya tarik wisataunggulan Kabupaten Minahasa utara,” tandas Theodora Luntungan.
Pagelaran Seni Budaya Wanua Sawangan di Taman purbakal Waruga Sawangan kian semarak ketika hadirin dihibur Tari Katrelly yang dibawakan anak-anak SD Inpres Sawangan, kemudian SD Negeri Sawangan, SMP Negeri 3 Sawangan.

Di moment tersisa, panitia pelaksana besutan Ketua Ormas Adat Waraney DPC Minut, Welly Mantiri, meluangkan kesempatan, SEKJEN / Ketua Aliansi Adat LSM Waraney Sulut, Chris Lengkong ST, didampingi salah satu Tetua Adat Wanua Sawangan, menguraikan arti budaya dan arti luas dari WARANEY dan lambang Burung Manguni.
“Torang tarik adat budaya, sebetulnya torang samua basudara, makanya torang samua harus baku jaga, dan jangan salah paham dengan arti ‘Ritual Budaya,” ajaknya.
Lanjut Lengkong, karena imperialisme asing yang ingin memecah belah Nusantara, maka bangsa asing menyebut bangsa Minaesa sebagai Bangsa Arifuru.
“Padahal kita Bangsa Malesung sudah mengenal agama dengan memanjatkan doa kepada Tete Manis (Opo Empung) yang dalam bahasa Modern artinya adalah Tuhan yang maha Agung.

Kampung atau Desa Sawangan sudah berusia 806 tahun yabg diperingati setiap tanggal 11 November.

Kalau kita kuat dalam menajaga adat-budaya saat ini, maka kita tetap terbiasa dengan budaya malu, dan takut menyimpang dari ajaran agama.
1888, asal Belanda dan Jerman Penginjil Riedle dan Schwarz menemukan Watu Pinawetengan.
Merwka simpulkan Demokrasi terhebat pembagian 4 suku pertama terbesar yaitu Tonsea, Tolour, Tombulu dan Tountemboan, sehingga sekarang mekar menjadi 9 suku.
Itulah sebabnya Jemaat GMIM tetap
pakai Logo Manguni,
Sedangkan makna atau arti luas Waraney artinya pemberani, pelindung, penjaga (era sekarang, membesarkan anak-anak, memebesarkan, memanusiakan).

“Kami harap Pemerintaah Pusat mampu wujudkan Kampung tua ini menjadi NEGERI ADAT SAWANGAN, mau contoh, mari torang lia itu daerah Bali. Tanah adat tsk.dapat diperjual belikan tanpa melalui kearifan lokal.
Panglima Adat LSM Waraney, Audy Malonda menitipkan pesan kepada Pemkab dan Dekab Minahasa Utara, bantu adat dan budaya, terutama dalam aneka potensi dan anggaran,” pungkas Lengkong.

Hadirin kemudian dihibur atraksi Musik Kolintang SMP Negeri 3 Airmadidi (Sawangan), dengan vocalis Gerald Singal mantan Idola Cilik.

Usai dihibur dengan Tarian Kabesaran Wanua Sawangan, pemerintah Desa Sawangan memperkenalkan Group Kolintang LEGACY Sawangan yang sudah meraih penghargaan se-Indonesia, seperti Juara I di Bali tahun 2015, yang akan berangkat ke Kota Surabaya, mengikuti ajang bergengsi dari PINKAN RI.(RED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*