Edwin Nelwan Minta Pemkab Dan Setwan Proses Hukum Pemilik Akun Sevry Nelwan

Spread the love

“Itu sama saja dengan Provokator. Jangan menggeneralisir institusi, kalau keberatan terhadap oknum”

MINUT, IdentitasPrime – Kebebasan memgfunakan akun facebook diluar kontrol, bisa membawa dampak besar bagi si pemilik, apa lagi ia tidak ada kompeten atau Tupoksi dalam hal pemberitaan (informatika).

Hal ini terjadi ketika Ficky Koloay Pemimpin Resaksi media online aktualsulut.com memposting berita HUT Minut, dimana Bupati Minahasa Utara menjadi Irup, dan kegiatan berlanjut ke Paripurna Luar Biasa pada Senin (20/11) silam, mendadak pemilik akun bernama Sevry Nelwan menanggapi berita yang di share dengan menuliskan komentar ” Kerjasama rakyatnya,….pemimpinnya sibuk korupsi,..dan dprdnya sibuk kerja keluar daerah,..serta Bimtek terus, disertai emocticon smile dan jempol terbalik”.
Oleh Ficky Koloay, komentar itu dinilai tidak pantas, sehingga oa langsung mengklarifikasi koment tersebut, mengingat oknum terkait bukanlah temannya atau wartawan maupun LSM.

“Beberapa menit setelah share berita tetsebut, saya langsung mengecek perkembangan lewat medsos Fb dan ada beberapa teman yang merespon dengan memberikan like. Sedangkan Sevry Nelwan malah berkomentar yang tidak senonoh tanpa berpikir akibatnya,” kata Koloay.
Menangggapi hal itu, Edwin Nelwan Anggota DPRD Minut, merasa sangat tidak senang. “Ada apa dengan DPRD, kalau ada marah dengan oknum atau salah satu parpol, silahkan sebut nama atau puhak, bukan menggeneralisir seperti itu,” tegasnya Rabu (22/11) pukul 13:15 wita, via ponsel.

Tentang komentar bimtek oleh Sevry Nelwan, menurut Edwin Nelwan, ia tidak pantas melempar opini justicefikasi tanpa didukung alasan dan bukti kuat. Itu sama saja dengan Provokator.
“Baik studi banding, bimtek maupun keberangkatan DPRD, itu hukanlah suka-suka kami, tapi tertata di undang-undang, sudah di anggarkan, dan kami sebagai wakil rakyat, digaji oleh negara, untuk menjadi perpanjangan tangan rakyat melalui salah satunya Bimtek,” sembur politisi muda asal Tatelu itu.

Atas kejadian ini, timpal Edwin, sebagai bagian dari DPRD dirinya tidak bisa terima komentar dari Sevry Nelwan. “Saya imbau Bagian Hukum dan Humas Pemkab serta Dekab Minut, membawa masalah ini ke ranah hukum. Proses orang ini dengan laporan Undang-undang ITE, sesui hukum yang berlaku,” seru Edwin.

Dengan demikian, timpal politisi Golkar yang dikenal vokal ini, terciptalah efek jera bagi semua orang, yang mana kita tidak boleh sembarangan dalam hal berkomentar.

“Kalau ada kinerja Dekab dimata anda tidak sesuai harapan anda, pintu DPRD Minut selalu terbuka untuk aspirasi anda. Sudah 3 tahun saya jadi Anggota DPRD Minut, belum pernah ada yang datang membawa kritik kesini. Jangan hanya menjustice kami dari jauh, tapi datanglah secara resmi,” tnds Edwin Nelwan.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*