Elemen Besar Sulut Gelar Seminar/Dialog Penguatan Aparatur Kelurahan Dan Desa Dalam Pencegahan Terorisme Oleh Bidang Ekososbud dan Hukum 2018

Spread the love
  • 39
    Shares

MINUT, IdentitasPrime – Bertempat disalah satu hotel di Desa Watutumou Kecamatan Kalawat Minut, digelar kegiatan Seminar/Dialog Penguatan Aparatur Kelurahan dan Desa Dalam Pencegahan Terorisme oleh Bidang Ekososbud Dan Hukum 2018, melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dengan Thema “Sinergi Dalam Upaya Mencegah Radikalisme “, pada Kamis 20 September 2018 Pukul 09.45 Wita.

Pangdam XIII/Mdk di wakili oleh Kolonel Inf Andi Surya Darma (PA Ahli Bid OMP Dam XIII/Mdk), Kapolres Minut, AKBP Alfaris Patiwael SIK MH, mewakili Kapolda Sulut, Letkol Laut Setyo Pranowo SH MM (Kasi Partisipasi Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme/BNPT), Patrice Rondonuwu (Kasub Bid Kewaspadaan Perbatasan Antar Negara Kamendagri RI/Nara Sumber)

Sedangkan para nara sumber masing-masing adalah Alexius Salakodi (Staf Ahli Kajati Prov Sulut) mewakili Kajati Prov Sulut, Nasarudin Yusuf (Kepala Bid Agama FKPT Prov Sulut/Modurator), James Tulangkow SE (Ketua FKPT Prov Sulut)

Hadir pula para Danramil 1310/Btg (Wil Minut) dan Plh Danramil Kodim 1309/Mdo (Wilayah Wori) beserta Perwakilan Babinsa, para Kapolsek Jajaran Polres Minut dan Perwakilan Babinkantibmas, Kaban Kesbangpol Minut, Marthen Sumampouw, para Lurah dan Hukumtua dan tamu undangan

Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kemudian Doa oleh Max Corneles, diausul Sambutan dari James Tulangow SE (Ketua FKPT Prov Sulut) yang intinya dengan memerangi pemahaman radikalisme terlebih dahulu yang akhir-akhir ini semakin tinggi intensitasnya karena bukan saja terjadi ancaman di Indonesia melainkan di seluruh dunia.

“Oleh sebab itu perkenankanlah kami dalam hal ini adalah Mitra strategis dari Badan Nasional penanggulangan terorisme menyikapi kondisi seperti ini dan ingin memberikan beberapa pandangan dan langkah-langkah untuk melakukan pencegahan meluasnya paham radikalisme dan cerita tersebut yaitu dengan mengarahkan visi dan misi sebagai berikut demi terwujudnya Provinsi Sulawesi Utara yang bebas dari terorisme melalui berbagai pendekatan dengan memperhatikan kearifan lokal menuju masyarakat Sulawesi Utara yang beriman dan bertakwa Aman damai budaya Sejahtera serta berdaya saing Global berdasarkan Pancasila dan undang-undang Dasar 1945 untuk dapat melaksanakan fungsi tersebut maka kami mempunyai misi:
a. meningkatkan pemahaman dan Pengamalan nilai-nilai Pancasila undang-undang dasar 1945 Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
b. Meningkatkan pemahaman dan Pengamalan nilai-nilai agama melalui pendidikan formal nonformal dan informal dengan melalui mewaspadai kemungkinan tumbuh dan berkembang paham paham radikalisme dan terorisme

c. Meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk mencegah timbulnya terus menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah dan komponen masyarakat dalam rangka pembuatan kewaspadaan Dini dan keputihan serta daya Tangkal masyarakat terhadap pengaruh terorisme melakukan penelitian dan pengkajian gejala dan potensi terjadinya paham radikal radikalisme dan terorisme serta mengamankan model-model pencegahanya penerapan rencana aksi bidang ekonomi sosbud dan hukum yang pertama adalah pendekatan ekonomi pendataan potensi ekonomi dengan koordinasi instansi terkait membangun jaringan dengan pihak pengusaha penyedia lapangan kerja melakukan pelatihan Bisnis Mandiri bekerjasama dengan perusahaan yang memiliki dana CSR serta kerjasama dengan instansi terkait pendekatan sosial budaya membangun jaringan kerjasama antar lembaga kesenian lembaga adat LSM lembaga olahraga dan instansi pemerintah dalam bentuk pelatihan dan pendampingan khusus pendekatan Sisi sosial budaya kita perlu Membangun hubungan budaya antar negara antara budaya lisan di Filipina dan budaya Suku Minahasa Utara dan ada beberapa suku yang ada.

Giran sambutannya, Letkol Laut Setyo Pranowo SH MM (Kasi Partisipasi Masyarakat, BNPT) agar semua elemen masyarakat untuk senantiasa mampu menahan diri dari pengaruh Radikalisme dan secara resmi membuka kegiatan.
Hadirin kemudian melakukan Foto bersama, Pukul 10.35 Wita Coffebreak, kemudian 10.45 Wita kegiatan di lanjutkan kembali, sampai berakhir. (Noval/Wawan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*