Endus Indikasi Korupsi, Kajari Kotamobagu Penjarakan PJS Sangadi Modayag

Spread the love
  • 6
    Shares

Evan: “Ada dua alasan kami menahan mereka yakni subjektif dan objektif”

KOTAMOBAGU, IdentitasPrime – Tanggaal 19 Desember 2017, mungkin merupakan hari paling bersejarah dalam kehidupan DM alias Dedi mantan Pejabat Sementara, Sangadi (Hukumtua) Desa Modayag, Kecamatan Modayag, Boltim.

Pasalnya, hari ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu, secara resmi telah menetapkan DM alias Dedi, sebagai tersangka terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa tahap II Tahun 2016, sehingga Kerugian negara mencapai Rp. 149.000.000 jt dari hasil hitungan Inspektorat Kabupaten Boltim.

Menurut keterangan Kajari Kotamobagu A Dasplin SH MH melalui Kasie Intel Evans Sinulingga SH, tersangka yang juga ASN Kabupaten Boltim terancam dikenakan pasal 2, 3 dan 9 tentang Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor).
“Keputusan kita lakukan penahanan terhadap Tersangka, sudah sesuai Pasal 21 ayat 1 KUHAP, yang mana dikhawatirkan Tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya,” beber Evans.

Lanjutnya, ada dua alasan pihak Kejari Kotamobagu menahan mereka yakni, alasan subyektif dan objektif. “Kalau Subjektif, yang bersangkutan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya. Sementara alasan obyektifnya, para tersangka ini ancaman hukuman maksimalnya seumur hidup atau paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” urai lajang berdarah Batak yang dikenal santun namun tegas ini.

Seperti kita ketahui, beberapa bulan silam Kejari Kotamobagu telah mengumandangkan genderang perang terhadap para sangadi pelaku dan pelaksana proyek DD maupun Dandes, agar tidak berurusan dengan pihaknya.

“Ini adalah program Presiden RI untyk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam kasus ini, lucunya dana desa yang seharusnya untuk pembangunan sarana sanitasi pemukiman warga, ternyata realisasi fisiknya tidak dikerjakan,” pungkas Sinulingga.(Feky Sajow)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*