Gadis Cacat Mental Asal Desa Kalinaun Diduga Kuat di Goyang 2 Pria Dari Dua Desa Berbeda

Spread the love
  • 73
    Shares

Simbar: “Mediasi Damai Silahkan, Tapi Proses Hukum Tetap Jalan “

MINUT, IdentitasPrime – Kasus pencabulan kembali gegerkan Kabupaten Minahasa Utara. Mirisnya lagi, kali ini yang menjadi korban ditengarai adalah seorang gadis belia, sebut saja namanya Lilly (15) yang menderita keterbelakangan mental.

Terinformasi, gadia malang ini sebagai warga Desa Kalinaun Kecamatan Likupang Timur (Liktim).
Dari pengakuannya kwpada keluarga, diketahui bahwa Lilly telah dibawa oleh dua lelaki berbeda dan waktu berbeda dan sempat di setubuhi.
Atas pengakuannya, keluargapun bergerak melaporkan perbuatan dua (2) lelaki itu ke Mapolsek Likupang.

Kapolsek Likupang AKP Steven Simbar membenarkan adanya laporan tersebut. Salah satu pelaku sudah ditahan untuk menunggu prosea hukum lebih lanjut.
“Dari keterangan korban, pelaku ada dua orang. Yang satu berinisial YT warga Desa Rondor, sudah kami tahan, dan saru lagi bernama Coan warga Desa Likupang, masih diburu polisi karwna diduga melaeikan diri,” tutur Kapolsek Likupang AKP Steven Simbar, Selasa (19/2) .

Lanjut Kapolsek, korban didampingi keluarga sudah memeriksa korban ke RSJ Ratumbuysang, untuk memastikan tentang keterbwlakangan mentalnya.

“Pelaku YT alias Yop, bersikukuh hanya menggonceng korban, tidak ada tindakan lainnya. Akan tetapi, apapun jawaban dia, polisi tidak serta-merta menelan bulat-bulat pengakuannya, mengingat ada pengakuan dari korban,” ujar Simbar.
Dari informasi warga, beredar kaabar yang mana ada upaya mediasi damai yang digalang pihak terlapor dan pihak korban. “Mediasi damai silahkan, tapi proses hukum tetap jalan, sebab masalah ini adalah kasus besar dan mendapat atensi di tingkat nasional.Pelaku saja bakal dikenai Pasal Perlindungan Anak, mengingat korban masih berusia 15 tahun,” tandas Kapolsek Likuoang AKP Steven Simbar tak mau ambil resiko.

Terpisah Hukumtua Desa Kalinaun tak menampik adanya kejadian tersebut setelah heboh yang mana warganya menjadi korban pencabulan.
“Tapi saya tidak pernah tahu karena melihat sosok korban saja belum pernah. Korban ikut ibunya dari daerah lain, dan ibunya sudah bersuami warga Kalinaun. Tapi status korban belum pernah dilaporkan sebagai warga saya,” jelasnya. (Meikel W)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*