Gerah Dengar Polemik Galian C Di Tumalungtung, Tuahuns Angkat Bicara

Spread the love

Tuahnuns: “Jika memang izin galian C itu benar-benar ada, kami warga Minut akan melakukan class action”

MIBUT, IdentitasPrime – Aktivis dikenal paling vokal di Kabupaten Minahasa Utara, Husen Tuahuns SH, yang selama ini diam, mendadak mencak-mencak dihadapan wartawan FORJUBIR MINUT terkait pemberitaan tentang praktik galian C ‘illegal’ beraktifitas di Perum Agape Desa Tumalungtung Kecamatan Kauditan.
Ketua LDM FORPMITRA ini kesal, pasalnya lolasi galian C itu masuk kompleks kawasan konservasi hutan Gunung Klabat di Minahasa Utara (Minut).

“Jika memang izin galian C itu benar-benar ada, kami warga Minut akan melakukan class action, mana bisa izin galian C bisa keluar sementara kawasan gunung klabat itu masuk kawasan konservasi yang harus dijaga dan tidak boleh ada aktivitas galian C,” tukas Tuhuns dengan nada tinggi.

Mantan Anggota DPRD Minut yang vokal ini juga menambahkan, apabila pihak pemilik lahan merasa mengantongi izin harus dibuktikan izin apa atau rekomendasi apa yang dimilikinya.

“Harus dibuktikan jika memang pemilik lahan merasa mengontingi izin biar tidak bias kemana-mana. Sebab, beberapa waktu lalu sempat ada aktivitas yang sama yang dilakukan anak Bupati Minut langsung diberhentikan jadi aparat jangan tebang pilih, harus dihentikan aktivitas galian C, sebelum semakin meluas dan membawa dampak yang buruk terhadap masyarakat sekitar,” utai Tuahuns mengingatkan.

Sebelum berita ini naik, pada pemberitaan lain sebelumnya, pemilik lahan Perumahan Agape Noldy (Odi) Luntungan mengaku mengantongi izin aktivitas galian C di lagan Perum Agape dari pihak Pemprov Sulut.
“Jangan ada tebang – pilih, lokasi milik anak bupatu saja dihentikan dan ditutup, kenapa yang lainnya bisa berjalan dengan lancar, ada apa dibalil itu,” pungkas aktivis berdarah Ambon yang akrab disapa Abang Ucen itu.

Wakil ketua Komisi II DPRD Minut Joseph Dengah mengaku akan turun chek on the spot terkait aktivitas galian C. Dengah, mengakui bahwa aktivitas galian itu berada di wilayah bukan tambang sesuai Perda RTRW.

“Wilayah gunung klabat itu menjadi penyanggah air sehingga dilarang melakukan aktivitas falian C di kawasan gunung klabat,” papar Dengah.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*