GML Kase Lia Itu “Tuama Leos” Dengan Jago Bhakti Sosial

Spread the love
  • 18
    Shares

Isi Waktu Dengan Membersihkan Masjid dan Gereja Serta Tanam Pohon di Kaki Klabat

MINUT, IdentitasPrime – Bila masyarakat pada umumnya menganggap LSM atau Ormas Adat merupakan kelompok angker, berbahaya dan identik dengan kekerasan fisik, namun di Provinsi Sulawesi Utara, masih ada Ormas Adat maupun LSM yang memilih diam tanpa action, namun memegang prinsip, anda baik-kami santun, anda norak – kami ladeni.
Sudah begitu, ternyata masih juga ada organisasi kepemudaan yang membentuk jati diri dari sebuah prinsip Bhineka Tunggal Ika, yang menurut mereka yang mana di jaman sekarang ini, sudah menipis tergerus oleh imbas politik kotor serta modernisasi tanpa didasari rasa kasih dan keselarasan kemanusiaan.

Anak muda Desa Laikit Kecamatan Dimembe yang di era tahun 1080-an dikenal cukup brutal dan kerap membuat masalah terutama bagi mereka yang hendak melalui desa yang diapit oleh Desa Matungkas dan Desa Dimembe ini, di tahun 2018 ini tampil memukau.

Ketika diberbagai desa dan wilayah lainnya para pemuda menjadi buah bibir karena pengaruh pergaulan bebas yang tak terarah, sebaliknya untuk pemuda Desa Laikit justeru kerapkali menggelar Bakti Sosial di desa mereka.
Beberapa waktu lalu, terinformasi, para pemuda itu membersihkan rumah-rumah Ibadah seperti Masjid Ash Sholihin, Gereja GMIM Imanuel Laikit, Gereja Katolik St. Yohanes Penginjil Laikit.

Selain membersihkan ruma-rumah ibadah, kelompok pemuda yang mengklaim nama Generasi Muda Laikit (GML) itu melakukan penanaman pohon beringin dibawa kaki gunung Klabat.
“Untuk Pembersihan Rumah-rumah Ibadah Tanggal 14 Februari 2018 dan Penanaman Pohon Di Kaki Gununh Klabat 16 Februari 2018, “beber Ketua GML, Richard Ngangi.

Dijaman edan seperti saat ini, dimana begitu banyak anak muda masa bodoh dengan kebersihan dan kurang menjaga sikap toleransi terhadap sesama, terlebih banyak yang terjerumus dalam Narkoba, minuman keras dan tawuran, dengan ini Generasi Muda Laikit (GML) menujukan anak-anak muda yang berbeda dan dapat menjadi contoh bagi anak-anak muda di Sulawesi Utara.

“Tujuan kami anak-anak muda Desa Laikit yang tergabung dalam Komunitas Generasi Muda Laikit (GML) adalah untuk mempererat tali persaudaraan dan rasa toleransi umat beragama yang ada di Desa Laikit yang kita cintai” Ujar Ketua GML Richard Ngangi

Dalam kesempatan ini pengurus Masjid Ash – Sholihin Desa Laikit mengatakan bahwa mereka sangat berterima kasih kepada Generasi Muda Laikit.

“Terima Kasih Generasi Muda Laikit yang sudah berlelah-lelah dan berkotor-kotor untuk membersihkan tempat Ibadah kami, ini suatu perbuatan yang patut dicontoh oleh anak-anak muda di Kecamatan Dimembe bahkan Minahasa Utara dan Sulawesi Utara, dimana mereka menjaga kerukunan umat beragama dengan sikap dan perbuatan.” ujar Marshudi, Pengurus Masjid Ash – Sholihin Desa Laikit

Selain membersihkan rumah-rumah Ibadah, anak-anak muda ini juga melakukan penanaman pohon Beringin dibawa kaki gunung Klabat, dimana penghijauan merupakan salah satu perbuatan mulia, karena pohon merupakan makhluk Tuhan yang mempunyai segudang manfaat, terlebih pohon yang ditanam bisa menahan tanah longsor dan banjir bandang akibat penebangan pohon di bawa kaki gunung Klabat.

“Jangan menilai anak muda Laikit itu perusak kebhinekaan dan perusak alam, kami Generasi Muda Laikit (GML) akan menjaga toleransi umat beragama yang terbungkus dalam Kebhinekaan, dan kami GML juga akan menjaga kelestarian gunung Klabat, kami akan terus menanam pohon agar gunung Klabat tidak mendatangkan banjir dan tanah longsor bagi kami desa Laikit yang tinggal dibawa kaki gunung Klabat dan juga desa-desa lain” Ujar Panglima GML Uchup Tintingon.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*