Hadiri Penyerahan Ketinting Gas di Desa Tarabitan, Bawaslu Minut Panggil Caleg Partai Nasdem

Spread the love
  • 10
    Shares

Kumaseh: “Karena tulus ingin bahagiakan saudara-saudara nelayan, saya tidak pernah berpikir akan dampak maupun akibat serta sanksi akan kehadiran saya”

MINUT, IdentitasPrime – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) memanggil salah satu Calon Legislatif (Caleg) Partai Nasdem Minut, yakni Meidy Kumaseh.
Pemanggilan ini untuk mengklarifikasi kehadiran Kumaseh dalam penyerahan Mesin Katinting Gas dari bantuan Kementerian ESDM kepada nelayan di Desa Tarabitan pekan lalu, Rabu (10/10) di kantor Bawaslu Minut.

“Kami melakukan klarifikasi atas dugaan indikasi pelanggaran pemilu atas keterlibatan Meidy Kumaseh dalam penyerahan bantuan mesin katinting gas bagi nelayan di bantuan Kementerian ESDM di Desa Tarabitan,” tutur Rocky Marciano Ambar SH LLM, koordinator divisi hukum, penindakan pelanggaran dan penyelenggaraan sengketa (HP3S) Bawaslu Minut.

Pemanggilan ini, lanjut Rocky, merupakan tindak lanjut temuan dari divisi pengawasan Bawaslu Minut kepada divisi HP3S.

“Kami panggil Kumaseh menanyakan apa maksud dan tujuannya datang di acara penyerahan bantuan. Walaupun dia ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Minut, tapi sekarang juga melekat status dirinya sebagai caleg. Apalagi pemberian bantuan ini menggunakan uang negara,” jelas Ambar.

Klarifikasi pertama, ditambahkan Ambar, ini bisa berlanjut ke klarifikasi berikutnya. “Ini masih berproses dan yang bersangkutan sudah bersedia untuk dipanggil kembali. Selain itu kami juga memanggil Kadis Perikanan dan Kelautan Minut,” tukas Ambar.

Sementara itu usai memberi klarifikasi ke Bawaslu, Meidy Kumaseh mengaku kehadirannya pada acara penyerahan bantuan pada nelayan dalam kapasitasnya sebagai Ketua HNSI Minut saja, tidak lebih.

“Saya datang sebagai Ketua HNSI Minut dan bukan sebagai Caleg. Malah saya hanya sekadar hadir dan tidak melakukan penyerahan. Habis acara saya langsung pulang. Amin,” jawab mantan kumtua Desa Kaima Kecamatan Kauditan itu.
Ditanya apakah dirinya menyadari akan dampak dari kehadirannya, menurut Kumaseh, dirinya awam terhadap aturan seperti itu.
“Karena tulus ingin bahagiakan saudara-saudara nelayan, saya tidak pernah berpikir akan dampak maupun akibat serta sanksi akan kehadiran saya. Banyak masyarakat yang melihat, apakah saya ada peranan atau tidak di dalam kegiatan itu. Lagipula, kan Dapil saya bukan disana,” tandas Meidy. (Noval)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*