Harga Kopra Memprihatinkan, Kadis Perdagangan Minut Terkesan Masa Bodoh

Spread the love
  • 23
    Shares

MINUT, IdentitasPrime – Harga Kopra di Provinsi Sulawesi Utara, porak-poranda sehingga petani kelapa (kopra) ngap-ngapan bagai ikan dalam kolam yang kekurangan air.
Beberapa waktu lalu, Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu (CEP), sempat mengeluh dan meminta solusi kepada Presiden RI, agar diberi jalan keluar atas anjloknya harga Kopra yang merupakan mata pencaharian mayoritas masyarakat Bumi Nyiur Melambai (Sulut).
Di Kabupaten Minahasa Utara hal serupa tak dapat dipungkiri. Para pemilik perkebunan kelapa menjerit, berharap bantuan pemerintah untuk mengembalikan harga kopra ke harga normal.

Dinas Pedagangan Pemkab Minut selaku instansi penaung masalah harga ini, sangat diharapkan dapat memberi solusi. Pasalnya sejak Januari 2018 harga kopra diperdagangkan Rp9.000/Kg, bulan Februari 2018 turun menjadi Rp8.100/Kg dan menjelang Hari Raya Lebaran, turun lagi menjadi Rp4.200/Kg. Bahkan diprediksi harga ini masih akan turun lagi.

Satu hal disesalkan, Dinas Perdagangan Minut selaku instansi terkait yang diharapkan mampu menyelesaikan masalah petani ini, malah tidak bisa bertindak seperti tanggapan Kepala Dinas Perdagangan Minut, Drs Benny Mengko saat dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu.

“Iya memang harga kopra sudah begitu, terus kami harus buat apa, Itu kan yang lebih tahu pemerintah pusat,” kata Mengko kepada wartawan, usai rapat Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (EPRA) yang dilaksanakan di kantor Bapelitbang Minut.

Sementara soal apa kendala sehingga harga Kopra ini terus mengalami penurunan, Mengko belum bisa memastikan. “Soal karena permintaan pasar yang turun atau meningkat, itu saya belum tahu. Yang lebih tahu pemerintah pusat,” ungkapnya.

Pernyataan Kepala Dinas Perdagangan Minut ini pun mendapat sorotan dari aktivis pemerhati pertanian dari Desa Likupang Kuala Batu, Rinto Rahman.

“Sebagai petinggi dinas terkait, Kepala Dinas tidak pantas bicara sepraktis itu. Harusnya sebagai Pejabat publik, Kepala Dinas berupaya beri jawaban yang punya solusi,” tukas Rinto.

Anjloknya harga Kopra juga, lanjut Rinto Rahman, menjadi tanggung jawab Dinas Perdagangan Minut karena ini menyangkut kesejahteraan petani kelapa.
“Masa ditanya soal apa pengaruh harga kopra turun, lantas seorang kadis tidak mampu menjawab,”pungkas Rinto.(7o)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*