Harga Pala dan Kopra Tak Stabil, Pemerintah Diam, Petani Menjerit!

Spread the love
  • 52
    Shares

SANGIHE, IdentitasPrime – Uluran tangan dan win-win sulution kembali harus dimaksimalkan Pemerintah Kabupaten Talaud, terutama instansi yang berkompeten dengan perdagangan, perekonomian dan pertanian.
Pasalnya, menghadapi harga labil, pasaran dikuasai mafia, cuaca pancaroba, membuat para petani Sangihe menjerit.
Seperti kita ketahui bersama, untuk tahun 2017 harga hasil bumi dapat mengimbangi para petani karena harga Buah Pala 1 Kg : Rp 60.000, sedangkan kopra 1 Kg : Rp 8.000. Namun sangat disayangkan, untuk tahun 2018 hasil bumi merosot jauh dari harapan para petani.
Sesuai penelusuran www.identitasprime.com harga hasil bumi (19/4/2018 ). Data yang kami dapat ternyata cukup mencengangkan. Lebih akurat lagi, hal ini dibenarkan terkait hasil bumi untuk dijual pada pedagang harga Pala 1 Kg : Rp 3.700 dan harga Kopra 1 Kg : Rp 8.000.

Juma, salah satu sumber sebagai salah satu petani mengakui hal itu. “Persoalan hasil bumi seperti Pala dan Kopra kini adalah hasil pertanian yang paling merosot jauh dari harapan kami sebagai petani dibandingkan tahun 2017 silam yang masih dapat diimbangi,” keluhnya.
Mereka, lanjut Juma, sangat menyesali kenapa dimasa pemerintahan yang lama, para petani begitu diperdulikan oleh pemerintah.
Pemerintah yang lalu begitu perduli kepada petani dengan hasil bumi. Kami sebagai petani, sangat mengharapkan kepada pemerintah yang baru agar dapat memperhatikan nasib kami dengan hasil bumi seperti Pala dan Kopra yang merosot dengan harga yang tak dapat diterima?” tandas Juma degan nada kesal.(Yan’S)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*