HENDRA JACOB DIRINGKUS SUBDIT CYBER CRIME POLDA SULUT BERSAMA ANGGOTA BERSENJATA LARAS PANJANG

Spread the love
  • 8
    Shares

HJ Klaim, Ia Datang Penuhi Panggilan, Bukan Ditangkap, Namun Ia Malah Dibekuk Dan Dikurung di Ruang Penyidik

MANADO, IdentitasPrime – Balon (Bakal Calon) Anggota DPD-RI, Hendra Jacob atau lebih trend dengan sebutan akronim HJ, hari ini ditahan Tim Subdit Dua Cyber Crime dan Perbankan AKBP Polda Sulut, dipimpin langsung Kasubdit AKBP Iwan Permadi.
Terinformasi HJ ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulut atas laporan salah satu Calon Legialatif (Caleg), terkait dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dalam postingannya beberapa waktu lalu.
Jika yang menangani perkaranya adalah polisi, HJ mengaku pasrah, tak ada niat melawan petugas polisi sebab, institusi Polri telah mendidik dirinya hingga menjadi sebesar ini.

“Saya tak ingin melawan mantan institusi saya, sebagai WNI yang taat aturan, saya hormati proses hukum yang ada. Biarlah nanti di pengadilan baru kita uji materi,” tuturnya kepada beberapa wartawan walau sudah ditahan diruang Subdit Dua Cyber Crime dan Perbankan, Rabu (24/7) sekira pukul 21 Witta.
Walau pasrah dan tidak ada upaya lakukan perlawanan, namun Hendra mengaku kecewa dengan cara penangkapan dan penahanan dirinya.
“Kan sudah saya katakan, bahwa saya tidak akan melawan institusi yang telah membesarkan saya, kenapa saya harus diperintah di borgol, dikurung sambil dijaga polisi bersenjata laras panjang, ada apa sebenarnya dibalik semua ini,” katanya.
Kekecewaan HJ cukup beralasan. Pasalnya, hari ini dia sudah berada di Mapolda Sulut, ada beberapa saksi kalau ia memang sudah datang memenuhi surat panggilan ke-duanya. “Kan saya sudah disini memenuhi panggilan, kenapa saya harus disuruh borgol dan dikurung dengan pengawalan aparat berseragam lengkap seolah saya seorang teroris paling berbahaya, emangnya saya koruptor,” jelasnya.

Drama penahanan HJ di Mapolda Sulut, cukup menarik. Kendati sudah kooperatif memenuhi panggilan ke-dua, HJ ditangkap dipimpin Kasubdit Dua Cyber Crime dan Perbankan, AKBP Polda Sulut, Iwan Permadi.
“Panggilan jam berapa. Borgol dia… Kenapa, kalian takut sama dia ini, takut sama Hendra Jacob,” ujar suara yang diduga suara Permadi seperti terekam video amatir salah seorang wartawan.

Setelah dikurung, diperiksa penyidik dan ditahan di ruang Dit Reskrimsus, terkait dugaan kasus pelanggaran UU ITE dengan tuduhan pencemaran nama baik, Hendra Jacob (HJ) tidur di kursi besi dengan dijaga ketat oleh polisi lengkap dengan senjata api (senpi).

Mendapat perlakukan seperti itu, HJ tersinggung dan membuka pintu untuk berbicara dengan awak media. “Secara proses hukum sekali lagi saya katakan, saya hormati itu. Tapi dengan cara extrim kan tidak boleh,” ujarnya dengan nada kesal, Rabu (25/07/2018) sekira pukul 23.00.
Katanya, kalau sudah tiga kali diberikan surat panggilan dan tak datang, ia terima diperlakukan kasar. “Tapi inikan baru surat panggilan kedua dan langsung saya datang,” tukas HJ.
Lenganya diborgol padahal sudah berada di Markas Polda (Mapolda) Sulut, HJ kecam itu hanya sikap arogansi seorang perwirs saja.
“Ingat ini kasus UU ITE, hanya laporan pencemaran nama baik dan pembuktiannya hanya dipersidangan. Polisi hanya pemerksa dan jika melanggar hukum hingga adanya surat P-21 Pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap dan dilimpahkan ke pengadilan, saya pasti jalani. Tidak usah menakuti-nakuti saya, polisi ini masyarakat jadi jangan pakai cara arogan seperti itu, saya pernah jadi polisi, jangan takuti saya dengan senjata, ayo tembak saya sesuai prosedur,” sembur Hj seraya menambahkan, dirinya bukan ditangkap, “Saya datang sendiri di Mapolda Sulut, banyak saksi mata. Kasus ini terkesan dipaksakan. Saya yakin, sikap Iwan Permadi kepada saya seperti ini, mungkin karena dendam dan tidak bersikap profesional, karena saya dulu masih anggota polisi pernah baku salah dengan dia,” urai HJ.

Diakhir penyampaiannya, HJ juga bilang kalau ia siap melaporkan oknum tersebut ke Propam Polisi. “Saya akan laporkan Iwan Permadi ke Propam Polisi, agar dia juga tahu bahwa masyarakat seperti saya ini tidak boleh diperlakukan seperti ini,” pungkas Hendra Jacob.(Redaksi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*