Humas Pemkab Minut Klarifikasi Kasus Pemecah Ombak Likupang

Spread the love
  • 94
    Shares

Tulung: “Ini ada 4 Paket Pekerjaan Berbeda, Dan Perusahaan Berbeda Pula”

MINUT, IdentitasPrime – Proyek Bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Minahasa Utara tahun 2016 untuk mitigasi pengaman, darurat, perkuatan dan normalisasi di Minahasa Utara (Minut), telah rampung.
Meski Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BNPB tahun 2016 Nomor 34C/LHP/XVI/05/2017, tanggal 18 Mei 2017 telah menyampaikan temuan, tapi sudah ditindaklanjuti.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Kabag Humas dan Protokoler, Yansen Tulung SSTp mengatakan, pekerjaan mitigasi pengamanan pantai di Kecamatan Likupang Timur (Liktim), yang lebih dikenal dengan kata ‘pemecah ombak’, sudah dirampungkan.
“Inspektur Inspektorat Minut, Umbase Mayuntu SSos tadi mengatakan kepada saya lewat telpon menguraikan bahwa bantuan tersebut terbagi menjadi empat (3) paket pekerjaan di tempat yang berbeda, dan perusahaan berbeda pula,” kata Tulung yang didampingi Kasubbag Humas, Afri Malingkonor.

Lanjut Tulung, untuk pekerjaan Mitigasi Pengaman Pantai Kecamatan Liktim yang dibandrol Rp 15.299.000.000 yang dilaksanakan PT Manguni Makasiow Minahasa dengan nomor kontrak 15/SP/PPK-SD/BPBD-MINUT/VI/2016, tanggal 14 Juni 2016, sudah selesai.

“Dalam hasil audit lapangan oleh BPK RI Perwakilan Sulut bersama BPBD Minut, memang terdapat kekurangan volume sekitar Rp 3.534.700.000, namun semua kan ada rinciannya,” katanya.
Kedua, pekerjaan Mitigasi Darurat Talud Sungai Desa Tiwoho Kecamatan Wori yang dibandrol Rp 1.399.750.000 yang dilaksanakan CV Kintan Permata Jaya dengan nomor kontrak 11/SP/PPK-SD/BPBD-MINUT/V/2016, tanggal 27 Mei 2016. Dengan hasil audit lapangan, ada kekurangan volume dengan nilai sebesar Rp 130.428.600.

Ketiga, pekerjaan Perkuatan Talud Desa Tanggari Kecamatan Airmadidi yang dibandrol Rp 1.399.750.000 yang dilaksanakan CV Kintan Permata Jaya dengan nomor kontrak 10/SP/PPK-SD/BPBD-MINUT/V/2016, tanggal 27 Juni 2016. Dengan audit BPK ada kekurangan volume sebesar Rp 31.460.000.
Keempat, pekerjaan Normalisasi Darurat Tebing Sungai Maen Kecamatan Liktim yang dibandrol Rp 699.750.000 yang dikerjakan PT Sumber Karya Sejati dengan nomor kontrak 13/SP/SPPK-SD/BPBD-MINUT/V/2016, tanggal 26 Mei 2016, dengan audit BPK ada kekurangan volume dengan nilai Rp 51.851.900.
“Kekurangan volume pekerjaan Mitigasi Pengaman Pantai di Kecamatan Liktim yang dibandrol Rp 15.299.000.000 telah ditindaklanjuti dengan dikembalikan kepada negara uang sebesar Rp 3.534.700.000,” tukas Tulung.

Yang membuat Pemkab Minut merasa aneh adalah, yang ditindaklanjuti aparat terkait, hanya Mitigasi Pengaman Pantai saja, meski kekurangan volumenya sudah ditindaklanjuti dan dikembalikan ke negara.

Kabag Humas dan Protokol Minut Jansen Tulung juga mengungkapkan, bantuan BNPB untuk Minut ini sudah dilaksanakan dengan baik dan temuan yang ada, sudah ditindaklanjuti berdasarkan audit BPK.

“Bukti pembayaran yakni berbagai kwitansi sudah ada dan sudah dilampirkan saat memasukkan laporan ke BNPB bahkan telah diserahkan kepada BPK.

Dari BNPB Pusat saja sudah mengaui, bahwa tak ada yang genjil dalam pekerjaan yang lebih dikenal dengan sebutan Proyek Pemecah ombak Likupang itu,” pungka Tulung di amini Kasubag Afri Malingkonor.(HUMAS/Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*