Jalan Berlobang di Trans Sulawesi Minsel ‘Makan’ Korban Jiwa, Warga Kecam BPJN XV

Spread the love
  • 64
    Shares

Luntungan: “Ada tiga faktor penyebab kecelakaan. Faktor kelalaian pengendara, faktor kendaraan yang tak stabil, kemudian faktor jalannya”

MINSEL, IdentitasPrime – Kecelakaan lalulintas (lakalantas) di ruas Jalan trans Sulawesi tepatnya di Ruas Jalan Nasional Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Senin dini hari (13/3/18) sekitar Pukul 02.00 Wita, membuat warga marah.

Kejadian lakalantas tunggal ini mengakibatkan seorang pria Adri Panda (40) warga Desa Tumpaan Dua, meninggal dunia.
“Dia memang so minum, msr dia ada celaka gara-gara menghindari lubang yang banyak disitu,” kata salah satu warga.

Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, saat dikonfirmasi melalui KBO Sat Lantas Ipda Immanuel Lutam, menyebutkan bahwa korban lakalantas berada dalam kondisi mabuk saat melaju dengan sepeda motor.

“Korban mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Vega R nomor polisi DB 2702 EI, bergerak dalam kecepatan tinggi dari arah Tumpaan menuju Amurang. Tepat di depan Mini Market Alfamart Kelurahan Pondang, di lokasi jalan berlobang sepeda motornya oleng, dan korban terseret sejauh 15 meter,” terang Ipda Lutam singkat namun padat.

Korban mengalami luka robek di bagian kepala dan mengalami pendarahan, sehingga langsung meninggal dunia di tempat kejadian.

“Semoga dengan kejadian ini pihak balai Jalan BPJN XV bisa memperhatikan hal ini, di sepanjang jalur trans Amurang sampai di Desa Kapitu bertebaran lobang dimana mana,.” ucap Hardi Kindangen Warga Amurang.
Lagi kata Kindangen, apa tidak kasihan nyawa manusia melayang hanya karena kondisi jalan yang dibiarkan berlobang.
“Coba kejadian ini menimpa keluarga Kabalai BPKN XV atau PPK/Satker Wilayah 5, bagaimana perasaan anda,” tandasnya.

Menanggapi tudingan masyarakat terkait laka lantas itu, Kabalai BPJN XV dan Satker Wilayah I, menyesalkan kejadian itu.
“Kami menyesalkan kecelakaan itu terjadi, dan terut berduka cita sedalam-dalamnya. Namun perlu diluruskan, kondisi kerusakan jalan bukanlah satu-satunya faktor penyebab kecelakaan,” bebernya kepada www.identitasprime.com Sabtu (/3).

Sesuai fakta yang cenderung terjadi, lanjut Luntungan, ada tiga faktor penyebab kecelakaan. “Faktor kelalaian pengendara, faktor kendaraan yang tak stabil, kemudian faktor jalannya. Nah, kalau menyangkut faktor jalan, sambil menunggu perbaikan, kami telah memasang rambu lalin berupa papan peringatan bertuliskan Hati-hati jalan berlobang, dan juga masih terdapat area aman lobang untuk dilalui kendaraan,” jelasnya.

Menurut dia, faktor pengendara, perlu dicek apakah dalam kondisi baik, apa dalam keadaan sehat dan lain-lain,” Sebab polisi selalu menghimbau supaya pengemudi dalam keadaan sehat, atau apakah si pengemudi ada menggunakan helm pengaman, begitu juga dengan kendaraannya apakah layak jalan, atau tidak,” pungkas dia.(Meyvo Rumengan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*