Jalan Darurat Tol Manado-Bitung di Worang By-Pass Berlubang Disana-sini, Resahkan Pengguna Jalan

Spread the love
  • 11
    Shares

** Saat Panas Debu Berterbangan, Hujan Berlumpur, Perusahaan Pelaksana Tutup Mata 

** Jefran Minta Pemkab dan Forkopimda Minut Tegur BPJN XV dan Perusahaan Pelaksana

MINUT, IdentitasPrime – Dampak dari pembangunan Megaproyek Jalan Tol Manado-Bitung, mulai resahkan para pengguna jalan, gara-gara jalan darurat yang dibangun pihak pelaksana, terkesan tidak dirawat.

Menariknya, pada proyek yang sama namun ditempat berbeda, yakni jalan darurat di Desa Tumaluntung (Jalan penghubung Kelurahan/Terminal Paal-dua, dan Kecamatan Kema, jalan darurat sebagian besar dibangun dari bahan beton (betonisasi), sementara jalan darurat yang di buat dalam proyek jalan tol Manado-Bitung, tepatnya di jembatan depan Rumah Dinas Kapolres dan Kantor Dinas Perhubungan Minahasa Utara (Dishub Minut, area yang di betonisasi-nya cuma sebagian kecil saja.
Akibat hanya beralaskan tanah saja dan berlubang disana-sini, kendaraan jadi melambat sehingga tak jarang terjadi kemacetan.
Menurut pengguna jalan yang sering melintas menggunakan kendraan Roda dua (R2), kalau dalam kondisi hujan maka jalan sering berbecek, sangat membahayakan. “Dimusim penghujan sudah banyak pengendara sepeda motor terpeleset karena jalan menjadi licin dan berlubang. Tapi kita mau menuntut tanggungjawab siapa,” keluh Antonius warga Desa Kauditan II pengendara Sepeda motor Matic Honda Vario yang setiap hari melintasi jalan itu.
Sebaliknya dalam kondisi cuaca panas, disaat jalan itu kering, debu berterbangan sehingga sangat mengganggu pandangan dan pernafasan para pengguna jalan
“Walaupun pakai helm dan ada kaca, tetap saja debu masuk dari arah bawah tertelan oleh mulut atau terhirup hidung, serta masuk ke mata pula sehingga pandangan terganggu,” kata Lidya (20) asal Desa Watutumow yang berprofesi sebagai mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi di Kota Bitung.

Menyikapi hal itu, Jefran Herrodes de’Yong, Kepala Departemen Khusus Investigasi, LSM Waraney Puser In Tana Toar-Lumimuut DPB Sulut meminta Pemkab Minut dan Forkopimda terkait, jangan tinggal diam.
” Pemkab Minut, Dekab, Polres, Kodim dan instansi terkait seperti Dinas PU Minut, harus bersikap tegas terhadap pengawasan PPK/Satker-BPJN XV dan perusahaan pelaksana pekwrjaan megaproyek jembatan tol itu,” imbaunya.
Ruas Jalan by-pass setahu Jefran adalah Ruas Jalan Nasional. Berarti jalan harus lancar tanpa hambatan. “Nah kenapa jalan darurat dengan bentangan panjang kurang-lebih 500 meter itu seakan dibiarkan berlubang, berdebu atau becek sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan,” sembur mantan aktivis Sulut Corruption Watch (SCW) yang sangat di kenal di tahun 2015 itu.
Pihaknya mendapat informasi, karwna jalan darurat itu tidak maksimal, maka sudah beberapa kali terjadi kasus kecelakaan. “Untung saja kendaraan roda 2 hanya terpeleset gara-gara menghindari lubang becek atau gara-gara debu menghalangi pandangan dan pernafasan. Bagaimana kalau kendaraan Roda dua bertabrakan dengan kendaraan Roda 4 atau kendaraan lebih besar sehingga tewas, apakah pihak BPJN XV dan Perusahaan terkait siap bertanggung jawab apalagi saat cuaca mulai musim hujan seperti ini,” tandas de’Yong.
Sementara, sampai berita ini naik, pihak PPK/Satker BPJN XV belum dapat di konfirmasi, karena menurut mantan Kabalai BJN XV, Riel Mantik, dirinya sudah bukan Kabalai BPJN XV lagi. “Maaf, itu sudah bukan urusan saya lagi, soalnya saya sudah di ganti,” jelasnya. Demikian pula pihak perusahaan pelaksana (PT WIKA), semua staf berkompeten sudah di mutasi, diduga karena dampak dari bencana ambruknya fly-over Tumalungtung beberapa waktu silam. (Micky)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*