Jalan Perum 4 Jadi TPA Masyarakat Luar, Warga Lingkungan XV Resah

Spread the love

MASYARAKAT AIRMADIDI PERTANYAKAN NASIB MINUT SETELAH MERAIH ADIPURA 3 KALI

MINUT, IdentitasPrime – Kalau dimasa kepemimpinan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kabupaten Minahasa Utara adalah salah satu kabupaten/kota yang mengukir sejarah sebagai kabupaten bersih yang meraih penghargaan ADIPURA tiga kali berturut-turut.
Sayang sekali, seiring tak tersentuhnya penghargaan kabupaten bersih tersebut, wajah Kecamatan Airmadidi, Ibukota Kabupaten Minahasa Utara, mulai dihiasi tumpukan sampah di beberapa titik.
Sebut saja area perempatan Pasar Airmadidi-Tinaan, pertigaan Kelurahan Sarongsong II, dan area SMPN 2 Airmadidi – Universitas Klabat (Unklab) Kelurahan Airmadidi Atas.
Pada waktu-waktu tertentu, di titik-titik diatas sampah-sampah milik warga menumpuk, padahal berada di jantung Kabupaten Minahasa Utara sehingga tanggapaan miring masyarakat pun menyeruak.
“Ada apa dengan pemerintah, apakah fenomena jorok seperti ini tak dianggap masalah serius apalagi di musim penghujan seperti ini,” keluh Pak Im warga Kelurahan Airmadidi Atas.
Dimusim penghujan seperti ini, lanjutnya, dimana masyarakat rentan terserang penyakit, sampah-sampah itu selain mengganggu pemandangan, juga merupakan sumber penyakit.
“Coba lihat tikus dan lalat yang membongkar dan hinggap di sampah, kemudian berpindah ke rumah warga, apakah itu tidak berisiko pada kesehatan masyarakat. Nah, dimana fungsi dan kinerja pemerintah,” sembur Pak Im sedih.
Krisis sampah jadi buah bibir masyarakat Kecamatan Airmadidi kian hangat dengan adanya keluhan warga Perum 4, Kelurahan Airmadidi Atas.
Pasalnya, di Lingkungan XV Kelurahan Airmadidi Atas (Perum 4), sampah sudah menutupi separuh jalan itu.
Awalnya pihak developer dan pemerintah, telah menyediakan box penampungan sampah di lokasi itu, agar masyarakat Perum 4 dapat menaruh sampah mereka di sisi jalan penghubung itu. Namun lambat laun, upaya itu sia-sia, sebab sampah-sampah ini kian hari, kian banyak hingga nyaris menutupi jalan satu-satunya itu.
“Memang bukan cuma warga perumahan ja buang disitu. Sampe warga sekitaran UNKLAB buang sampah disItu,” katanya.
Lanjut Jimmy, semua datang dari kesadaran masing-masing, sebab dirinya saja warga disitu, tidak buang sampah ditempat itu.
“Sadar dong, biar saya tinggal di perumahan situ, saya malah gali lobang besar dibelakang rumah kong buang disitu sekalian dibakar. Up jo smpe orang-orang sadar dengan dorang pe perbuatan,” tandasnya.
Melalui media ini, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan Badan Penanggulangan Lingkungan Hidup (BPLH), Penataan Ruang dan PD Klabat untuk saling kordinasi agar dapat menyikapi sampah-sampah itu secara akurat, agar masyarakat bisa nyaman dalam kehidupan mereka sehari-hari.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*