Jelang Desember, LPG 3 Kilogram Mulai Raib, Warga Minut Panik

Spread the love

 

Harga Sampai Rp 30 Ribu/Tabung

MINUT, IdentitasPrime – Tabung LPG 3 kg bersubsidi yang biasa digunakan untuk memasak oleh warga belakangan ini sangat langka ditemukan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Sesuai hasil investigasi www.identitasprime.com di lapangan, ini sudah berlangsung seminggu lebih, dibeberapa kecamatan seperti Kalawat, Airmadidi dan Likupang Timur barang ini sulit sekali ditemukan padahal untuk memasak sebagian besar warga sangat bergantung pada tabung ini.
Di Kecamatan Kalawat sudah sejak pekan yang lalu benda ini sulit didapat, kalaupun ada harganya melonjak tajam, bahkan sampai Rp 30 ribu/tabung. Dibanding dengan harga eceran tertinggi (HET) pangkalan yang Rp 18 ribu. “Saya terpaksa membelinya, daripada tidak bisa masak,” ujar Jurni warga Desa Kolongan Tetempangan yang mengaku beli di warung. Sementara pemilik warung saat ditanyai mengaku beli di Desa Matungkas.
Assisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs Alan Mingkid saat ditemui SKH Aspiasi Rakyat Selasa (28/11) di kantornya mengaku Pemkab lewat Bagian Perekonomian saat ini tengah melakukan monitoring untuk mengecek langsung penyebab kelangkaan tabung gas 3 kg ini.
“Sejak Senin (27/11) Kabag Perekonomian Tati Thayeb bersama staf tengah melakukan monitoring untuk memantau ketersediaan gas, termasuk juga memonitor agen dan pangkalan. Hari ini mereka berada di wilayah Likupang,” jelas Mingkid.
Menurut Mingkid, di Minut LPG 3 kilogram bersubsidi dilayani oleh 4 agen, yang terdiri dari PT Anugerah Lestari dengan jumlah pangkalan, 146, PT LPG Kawan Sejahtera jumlah pangkalan, 38, PT Tonsea Jaya jumlah pangkalan, 74 dan PT Anita Kumayas jumlah pangkalan, 53 pangkalan. Setiap minggunya di Minut keempat agen ini menyalurkan 40.320 tabung. Sedangkan untuk tiap bulannya disalurkan 201.600 tabung sejak januari 2017.
Sebab lain disinyalir, saat dirinya mengikuti rapat perubahan subsidi LPG di Kota Makasar, terjadi pengurangan hampir 3 juta matrik ton pada perubahan APBN-P karena terdapat kekurangan penerimaan negara pada proyeksi-proyeksi yang ada tidak semuanya mencapai target yang berdampak terhadap subsidi pada masyarakat.
“Sebenarnya langkah pengurangan subsidi ini sudah lama tercium, untuk itu sejak bulan Mei Pemkab Minut bersama PT Pertamina telah melaunching penggunaan Bright Gas 5.2 kg,” terang Mingkid.
Ditambahkan dari target sebenarnya 500 tabung bright gas, telah melampaui, karena mencapai 1432 tabung. Namun demikian dalam kelangkaan tabung gas 3 kg ini bila didapati ada pihak pangkalan di Minut yang sengaja menjual tidak pada area yang sudah ditentukan. Pihak Pemkab Minut bersama Pertamina akan menindak pangkalan tersebut dengan mencabut ijin pangkalan. Karena pada tahun ini ada pangkalan ditemukan menjual di kabupaten lain, ijin mereka langsung dicabut. Lebih jauh dikatakan Assisten II, Bupati juga telah menyurat ke pengusaha rumah makan yang bukan lagi UMKM pada bulan juni, menghimbau untuk menggunakan bright gas.
“Sejak launching bulan Mei, selain 1432 tabung bright gas 5.2 kg yang dipakai ASN, ada juga yang dijual salah satu agen di Minut sebanyak 1500 tabung. “Jadi posisi penggunaan tabung bright gas 5.2 kg di Minut telah mencapai 1932 tabung,” tutup Mingkid.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*