Jika Jumat Nanti PT SRABG / PT HK (Persero), Tak Tepati Janji, 3 Subkon Tol Akan Unras Di Kementerian PU Dan KPK

Spread the love

MINUT, IdentitasPrime – Pada hari Senin 2 Oktober 2017 pukul 10.00 wita silam, bersama kurang lebih seratus orang tenaga kerja masing-masing CV Aurelio, PT Angkasa Wastu Pratama (AWP) dan PT Borneo Celebes Indonesiadan (BCI), menduduki kantor PT SINO ROAD AND BRIDGE GROUP co.LTD / PT. HUTAMA KARYA (Persero), di wilayah Kecamatan Kalawat, menuntut uang mereka yang tak dibayarkan.
Sebelum unjuk rasa damai terjadi, masing-masing perwakilan diterima pihak manajemen yakni General Superintenden (Kapro) Mr. Ge dan beberapa stafnya.
Di mediasi Kapolsek Airmadidi AKP Edi Susanto bersama personil jajarannya, akhirnya semua sepakat, bahwa PT Sino Road And Bridge co.LTD / PT Hutama Karya, akan membayarkan hak mereka.
“Iya, Jumat 6 Oktober lusa, kedua belah pihak setuju akan membayar/dibayar sesuai prosedur dan logika tanpa ada yang dirugikan nantinya,” tutur Kapolsek Airmadidi, AKP Edi Susanto.

Perlu diketahui bersama, masalah antara CV Aurelio, BCI dan AWP dengan pihak PT Sino Road And Bridge co.LTD / PT Hutama Karya ternyata sudah cukup lama. Namun ke-3 subkon ini memilih untuk mengalah, mengingat proyek dari sumber dana APBN ini, masih panjang.
“Volume pekerjaan masih panjang, jadi kami berpikir untuk bekerja maksimal agar dapat menghidupi perusahaan dan karyawan, dalam rentang waktu lama, jadi kendati sudah diperlakukan begitu, kami tetap mengalah saja,” ujar Mas Yudi, Wakil Direktur CV Aurelio Rabu (4/10).

Sikap mengalah dark tiga (3) subkon ini ternyata tidak berbuah hasil sesuai yang diharapkan. Pasalnya, saat mereka diam, pihak PT Sino Road And Bridge co.LTD / PT Hutama Karya malah masa bodoh, bahkan diduga secara diam-diam telah mempekerjakan perusahaan lain di lokasi (titik pekerjaan yang bermasalah).
Kesepakatan yang mana hak mereka akan dicairkan (dibayarkan) oleh PT Sino Road And Bridge co.LTD / PT Hutama Karya pada Jumat nanti, membuat ke-tiga subkon menahan diri.
“Kami berharap, PT Sino Road And Bridge co.LTD / PT Hutama Karya Jumat nanti, bisa pegang janji, agar semua bisa kembali normal tanpa ada pihak yang dirugikan atau disakiti,” ucap perwakilan PT AWP.

Tapi, lanjut PT AWP, jika pada pertemuan Jumat 6 Oktober nanti PT Sino Road And Bridge co.LTD / PT Hutama Karya berbelit-belit, mau tidak mau mereka akan bertindak lebih jauh.
“Waktu terbuang sudah terlalu lama. Kerugian kami sudah banyak. Terpaksa kami akan gelar demo di Kementerian PU sambil melapor ke KPK,” katanya.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*