Jika Tak Berijin, LI TIPIKOR Minta Polres Tutup Galian C Di Perum Griya Agape

Spread the love

MINUT, IdentitasPrime – Adanya praktik Galian C di wilayah Desa Tumaluntung tepatnya di area Perum Griya Agape, setelah sekian waktu terdiam, mendadak terangkat lagi ke permukaan disaat Lembaga investigasi Tindak Pidana Korupsi (LI TIPIKOR Dan Hukum Kinerja Aparatur Negara), angkat bicara.

“Setahu kami, sekitar bulan Maret 2017 lalu, lokasi Galian C tersebut sudah di Polis-line oleh aparat. Tapi sampai hari ini kami lihat praktik galian masih berlangsung, ada apa ini,” ujar Yoseph Lengkong Ketua LI TIPIKOR melalui Koordinator Investigasi, Jefran Herodes De’ Jong, Rabu (30/8).
Lanjut De’Jong, pihaknya bingung dengan arti dari polis-line tersebut. Sampai detik ini, banyak dam-truk keluar-masuk bawa material, diangkut dari lokasi itu.
“Banyak lokasi Galian C ditutup karena mengancam kelestarian lingkungan Kaki Gunung Kalabat, kenapa galian di tempat itu masih berjalan lancar. Apakah lokasi itu legal,” sembur De Jong.
Apabila praktik Galian C itu resmi dan punya ijin, lanjut Jefran, silahkan dilanjutkan. Tapi kalau ternyata tidak berijin, sebaiknya ditutup saja.
“Kan sudah di polis-line, kenapa masih beroperasi. Kami minta Polres Minut periksa dokumen resmi dari lokasi itu. Dan jika tidak legal, kami minta ditutup saja, demi keselamatan lingkungan hidup,” pungkas aktivis yang akrab disapa Boets (baca Buds red-) itu.

Sementara Kapolres minut AKBP Alfaris Patriwael saat dikonfirmasi Wartawan FORJUBIR MINUT, mengaku tidak berwewenang terhadap polis-lime itu. “Yang pasang polis-line itu bukan kami kan, walaupun lokasi itu ada di wilayah hukum kami. Mengingat kami juga bagian dari Polda Sulut, dan Polda yang memasang polis-line,” beber Pattiwael.
Jika ada LSM yang mendesak periksa dokumen apalagi meminta hentikan dan tutup lokasi itu, menurut Kapolres, dirinya enggan memberi komentar.
“Apa yang di upayakan LSM, itu tupoksi mereka. Saya bekerja sesuai profesi dan prosedur Polisi,” tandas Kapolres singkat namun padat.
Terpisah Noldy Luntungan pemilik lahan Galian C , mengatakan lahan tersebut adalah lahan wilayah area perumahan yang akan dipakai untuk pengembangan perumahan.
Beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melengkapi dokumen yang belum mereka kantongi. “Kami sudah penuhi kewajiban kami dengan mengurus dokumen itu di Dinas Pertambangan Provinsi Sulut. Silahkan kordinasi dengan pihak Pertambangan Provinsi Sulut,” jelas Noldy.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*