Kaget Nominal Kerugian Negara (Kasus Solar Cell Sampai 3 M), Pandeirot Dukung Aparat Hukum Menuntaskannya

Spread the love

Coy: “Kasus ini harus dituntaskan, mengingat kerugian negara terlalu besar, sedangkan realisisi sangat mengecewakan”

MANADO, IdentitasPrime – Perjalanan sidang kasus lampu penerangan jalan umum (PJU) sistem solar Cell dan terdakwa FS alias Salindeho, berlanjut Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Senin (22/1) siang, terinformasi, agenda persidangan telah masuk pada tahap putusan sela.

Perlu diketahui, Tersangka BM dan FS telah ditetapkan tersangka oleh Polda Sulut, mencuat dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Itu berawal saat saksi Paul Nelwan memberikan informasi ke terdakwa Paulus Iwo bahwa ada proyek solar cell di Manado.

Dari informasi tersebut, Paulus bersama Ariyanti langsung bereaksi. Mereka diduga meminjam PT Subota guna memenangkan tender. Parahnya, meski proses tender belum dimulai, namun terdakwa Ariyanti telah bertandang ke Manado guna menawarkan brosur solar cell kepada tersangka BM alias Benny.

Begitu tender dimenangkan dan proyek dikerjakan, usut punya usut, proyek dikerjakan tidak sesuai kontrak. Paulus Iwo, diduga kuat telah berani mengubah spesifikasi baterai yang dalam kontrak, harusnya menggunakan basaterai 12120 Ah merk Best Solution Batery (BSB). Namun, dirubah menjadi baterai Bulls Power atau BSBp 120 (SNI).

Alhasil, baterai hanya mampu bertahan 3 hingga 6 jam yang semestinya menyala 10 jam per hari. Menurut perhitungan BPKP Sulut, kerugian Negara dalam perkara ini mencapai Rp3 Miliar lebih.

Kaget mengetahui jumlah kerugian negara begitu besar, John S F Pandeirot, Ketua LSM Waraney Puser In Tana Toar Lumimuut, geram.
“Kasus seperti tergolong Kejahatan luar Biasa (Ekstra Ordinarry Crime red-), dan untuk aparat hukum, diharap bekerja sebaik mungkin, tanpa takut ancaman dan upaya siapa saja, kami akan kawal sampai proses hukum kasus ini  selesai,” ujarnya.

Lanjut petinggi Ormas Adat terbesar di Sulut yang dikenal selalu memilih diam ini, aparat hukum tak perlu takut, sebab LSM Waraney Puser In Tana siap mengawal dan mengawasi tahapan kasus itu.
“Kasus ini harus dituntaskan, mengingat kerugian negara terlalu besar, sedangkan realisisi sangat mengecewakan. Sekali lagi, kami siap back-up setiap pekerjaan positif dari aparat, tanpa ada intervensi dan intimidasi dari siap saj,”pungkas Pandeirot yang akrab disapa Coy itu.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*