Kamis 20 Desember 2018 Pukul 17.00 Wita, Ketua DPW PKB Sulut Greetty Tielman di Vonis Tak Bersalah

Spread the love
  • 83
    Shares
  • Hakim perintahkan Polda Sulut hentikan penyidikan terhadap Greety sebagai tersangka
  • Hakim juga menyatakan Surat Perintah Penyidikan tanggal 30 Mei 2018 yang menyatakan pemohon Greetty sebagai tersangka oleh termohon, tidak sah
  • Hakim juga memerintahkan kepada termohon untuk mengeluarkan pemohon dari Rumah Tahanan Polda Sulut

MANADO, IdentitasPrime – Hari ini Kamis (20/12) setelah unruk kesekian kalinya dilalui, dan memasuki Sidang pembacaan putusan praperadilan dugaan korupsi renovasi gedung Hall B GOR KONI Sario Manado yang awalnya telah menyeret Ketua DPW PKB Sulawesi Utara, Greetty Tielman Iskandar bergulir Pengadilan Negeri Manado.
Sidang yang dipimpin Hakim, Halidja Wally SH dan dihadiri penasehat hukum pemohon Frangky Weku SH, Sandy Nayoan SH Cs dan pengacara termohon.
Pada bacaan aamar putusannya, Hakim Halidja mengabulkan sebagian praperadilan yang dilayangkan Greetty melalui penasehat hukumnya, menyusul alat bukti yang diajukan penyidik Subdit Tipikor Polda Sulut untuk menjerat Greetty sebagai tersangka, dipastikan masih lemah.

Disamping menilai hal lainnya yang mengacu pada pasal 184 KUHAP dan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor /PUU-XII/2014 mengenai sah atau tidaknya penetapan tersangka, harus didukung minimal dua alat bukti yang sah.
“Masih lemah, dengan demikian permohonan praperadilan pemohon dapat diterima,” katanya.

Berdasarkan keterangan saksi dalam sidang praperadilan sebelumnya juga, Greetty Tielman selaku pemohon tidak memiliki hubungan keterlibatan dengan SM alias Salim (tersangka lain dalam perkara ini).
Pengadilan juga mempertimbangkan dokumen penawaran lelang yang tidak memuat nama pemohon. Bukan itu saja, Hakim menilai, harusnya yang diperiksa terlebih dahulu adalah LSM Anti Korupsi yang mengadukan persoalan ini.
“Sesuai KUHP juga kami mengabulkan permohonan praperadilan pemohon untuk sebagian. Menyatakan penetapan pemohon sebagai tersangka oleh termohon telah dilakukan secara melawan hukum dan tidak sah. Menyatakan surat perintah penyidikan tanggal 30 Mei 2018 yang menyatakan pemohon Greetty sebagai tersangka oleh termohon adalah tidak sah. Memerintahkan kepada termohon untuk menghentikan penyidikan terhadap pemohon sebagai tersangka.

Memerintahkan kepada termohon untuk mengeluarkan pemohon dari Rumah Tahanan Polda Sulut,” bersama ketukan palu, Hakim menuntaskan persidangan.
Dalam wawancaranya, Kuasa Humum Greety yakni Sandy Nayoan cs, masih enggan berkomentar lebih. Tapi yang pasri secara hukum tetap menghargai putusan yang telah dikeluarkan Hakim praperadilan dengan menegaskan bahwa penanganan kasus dugaan korupsi renovasi Hall B GOR Sario tetap berlanjut untuk tersangka lainnya,” Kami menghargai putusan Hakim,” tutur Sandy Nayoan.

Perlu diketahui bersama, sidang praperadilan ini berlanjut karena pada pihak pemohon telah berkuat pada argumen hukum bahwa dalam kasus dugaan korupsi renovasi Hall B GOR Sario yang menyebabkan kerugian negara Rp1,3 miliar lebih, pemohon tidak patut dijerat hukum karena berada pada posisi sebagai peminjam dana dan bukan yang melaksanakan proyek.

Argument hukum pihak pemohon telah dikuatkan Hakim praper melalui sejumlah pertimbangan dalam amar putusannya. Atas hasil putusan itu, Polda Sulut mau tak mau harus mencabut status tersangka atas nama Greetty dalam kasus ini.
Sampai berita ini naik, Greety Tielman Iskandar masih berada diruang tahanan Mapolda Sulut, belum dapat dibebaskan karena alasan relas putusan tertulis, belum diterima polisi.
“Itu memang sesuai prosedur, lagipula memang tidak ada aturan yang membebaskan tahanan dimalam hari,” jelas Sandy Nayoan kuasa Hukum Greety dihalaman mapolda Sulut.

Sementara Greety Tielman Iskandar yang ditemui diruang besuk tahanan, tampak begitu tegar. Ia tak mau bicara banyak, namun Greety mengakui semua upaya ini tak lepas dari campur tangan Tuhan.

“Jujur, sempat hampir putus asa sih, tapi berkat Kemurahan TUHAN dan dukungan semua, saya berusaha tegar.Kebenaran dan keadilan itu sulit dikejar, tapi Puji TUHAN, siapa yang benar, pasti menang” pungkas Greety.(NOVAL)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*