Kasus Solar Cell, Putusan Sela Salindeho Ditolak Hakim, Sidang Dilanjutkan

Spread the love

MANADO, IdentitasPrime – Perkara sidang kasus lampu penerangan jalan umum (PJU) sistem solar Cell dengan terdakwa FS alias Salindeho, kembali digelar di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor). Kali ini agenda persidangan telah masuk pada tahap putusan sela. Senin (22/1) siang tadi.

Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Julian Mamahit ikut memutuskan jika pengajuan eksepsi terdakwa Salindeho ditolak dan memerintahkan untuk melanjutkan perkara.
“Hakim menolak eksepsi yang diajukan penasehat hukum terdakwa secara keseluruhan. Memerintahkan perkara untuk dilanjutkan. Memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk memanggil saksi-saksi dalam perkara ini,” jelas Mamahit.

Diketahui sebelumnya, indikasi keterlibatan tersangka BM dan FS yang telah ditetapkan tersangka oleh Polda Sulut, mencuat dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Itu berawal saat saksi Paul Nelwan memberikan informasi ke terdakwa Paulus Iwo bahwa ada proyek solar cell di Manado. Merujuk informasi tersebut, Paulus bersama Ariyanti langsung bereaksi. Mereka diduga meminjam PT Subota guna memenangkan tender. Parahnya, meski proses tender belum dimulai, namun terdakwa Ariyanti telah bertandang ke Manado guna menawarkan brosur solar cell kepada tersangka BM alias Benny.

Ditengarai, terjadi pertemuan di sebuah hotel dan diikuti narapidana Lucky Dandel, Robert Wowor dan tersangka FS alias Salindeho. Begitu tender dimenangkan dan proyek dikerjakan, usut punya usut, proyek dikerjakan tidak sesuai kontrak. Paulus Iwo, diduga kuat telah berani mengubah spesifikasi baterai yang dalam kontrak, harusnya menggunakan basaterai 12120 Ah merk Best Solution Batery (BSB). Namun, dirubah menjadi baterai Bulls Power atau BSBP 120 (SNI). Akibatnya, baterai hanya bertahan 3 hingga 6 jam yang semestinya menyala 10 jam per hari. Menurut perhitungan BPKP Sulut, kerugian Negara dalam perkara ini mencapai Rp3 Miliar lebih.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*