Kebelet sex, Oknum Pegawai Dinas Pasar Manado Diduga Lakukan Pelecehan sexual.

Spread the love

Identitasprime.com – Manado – Pada masa pandemi dimana masyarakat dibatasi untuk keluar rumah dan bahkan diberlakukan pembatasan jam operasi tempat tempat hiburan malam berdampak pada maraknya perbuatan asusila.

Dugaan pelecehan seksual terhadap perempuan di lingkungan pekerjaan, kembali terjadi dimasa masa pandemi. Meski tak bermuara ke ranah hukum, namun aksi tidak tak lajim itu, membuat trauma dua orang karyawan yang bertugas di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado.

Menariknya, tindakan tak senonoh itu diduga dilakoni oknum MB alias Max, salah satu petinggi di PD Pasar Manado yakni menempati posisi sebagai Kabanwas. Peristiwanya menimpa dua perempuan berinisial Jingga (19) dan Melati (23), dan terjadi media Februari, lalu, di kantor tempat mereka bertugas.

Kepada awak media, Jingga menjelaskan, tindakan ‘sporadis’ dugaan asusila oknum Kabanwas PD Pasar Manado, bermula siang itu, dia sedang duduk di meja kerjanya, tak berselang lama, pelaku masuk dan mendekatinya. Terjadilah obrolan singkat, saat pelaku melihat korban tengah asyik bermain handphone. Ia tak menyangka, obrolan ringan itu langsung dibalas pelaku dengan cara memegang tangan dan mencium kepalanya sebanyak dua kali.

“Main Hp trus, nda ja charge stow kang kalo malam (bermain handphone terus, apakah tidak cars semalam) kata pelaku, “Oh tadi malam da ta tidor kwa (semalam saya tertidur makanya ada caras),” jawabnya. Pelaku kian dekat, saya tak bisa menghindar, dia (pelaku) langsung merangkul saya, memegang tangan dan mencium kepala saya,” ujarnya kepada TelegrafNews, Sabtu (27/2) 2021.

Karena dicium dengan paksa, korban melawan, dan menghindar sembari memohon izin ke toilet yang kebetulan berdekatan dengan meja kerjanya. Bukannya ke toilet, korban keluar ruangan dan bergabung bersama rekan kerjanya di ruangan lain.

Di situ, dia takut dan menceritakan peristiwa naasnya kepada rekan sekerja yakni Melati. Apesnya, Melati pun tak luput dari syahwat sesat sang Oknum.

“Adohh..Kita dia da ciong 4 kali (saya, pelaku sudah empat kali mencium),” ungkap Melati seperti disampaikan korban Jingga, sembari menjelaskan belum melaporkan masalah ini ke aparat kepolisian karena khawatir kehilangan pekerjaan.

Menyangkut masalah ini, Direktur Utama PD Pasar Manado Stenly Suwuh dan Kepala Bagian Umum Brilliant Charles selaku atasan dari kedua korban, dihubungi media TelegrafNews via WhatsApp belum berhasil memberi klarifikasi. Namun klarifikasi terbaru dari korban, bahwa sang oknum Kabanwas sudah melayangkan permohonan maaf kepada kedua korban. “iya pak Kabanwas sudah melakukan permohonan maaf kepada saya dan teman saya, dia sudah menganggap kami berdua sudah seperti anaknya,” tutup Jingga.

Sumber telegraf.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*