Kejurnas 2018 dan Pra-PON 2019 Sudah Didepan Mata, “POBSI Sulut Mati Suri”

Spread the love
  • 7
    Shares

Iwan HP: “Kami menduga sudah ada sederet nama yang akan diutus mewakili Sulut tanpa proses seleksi dan tak sepengetahuan KSB”

Ricky Liwang: ” Semua terkesan sudah dilangkahi, makanya kacau. Saya juga mempertanyakan tentang uang setiap pertandingan yang diptong 10%”

MANADO, IdentitasPrime – Bicara tentang Cabang Olahraga Biliard, Provinsi Sulawesi Utara masih termasuk daerah yang disegani baik oleh daerah lain di tingkat nasional, maupun tingkat Internasional.
Pasalnya, selain memilikki sederet nama atlet jawara, dari tahun ke tahun Provinsi Sulaweai Utara juga kerap menelurkan bibit baru yang mampu membawa pulang berbagai penghargaan yang di ikutinya.
Di kalangan senior, Sulut memilikki nama-nama beken sepwrti James (Liku) Lengkang, Iwan Herry Pondaag, Sinyo Carolles, Ramly Harjan, Ricky Liwang, Ferry Mamentu dan beberapa senior lain yang masih aktif.
Disamping nama-nama pebilyar diatas, bertengger pula sejumlah nama atlet muda berprestasi.
Sebut saja Stenly Takasinakeng, Jendry Amrain, David Singal, Vero Kornelles, Ramly, Amang, dan banyak lagi mahasiswa dan alumni mahasiswa berbakat lainnya.
Sangat disayangkan, selain kesejahteraan para pebilyar di Sulut dari tahun ke tahun seakan tidak maksimal, nasib para pebilyar juga terkatung-katung, padahal, selain ada beberapa tempat memiliki sarana yang mumpuni, Sulut juga memiliki struktural pengurus POBSI (Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia) Provinsi Sulaweai Utara, yang diarsiteki oleh:

1.Ketua EVA SARUNDAJANG
2. Ketua Harian Yudi Moniaga
3.Sekum Denny Pua

Sangat disayangkan, kendati memiliki struktural, namun banyak kegiatan yang terjadi, dilakukan tidak profesional dsn tak terstruktur sesuai sistem yang ada.
“Hal ini sudah berlangsung dari tahun ketahun. Hampir semua kegiatan bilyar berlangsung serba dadakan dan misterius,” keluh atlet senior Iwan Herry Pondaag, Senin (5/11).
Seperti kita ketahui bersama, tak lama lagi KEJURNAS dan Prapon 2019 berlangsung. Menariknya, POBSI Sulut belum atau tidak ada gerakan sama sekali untuk menggelar penjaringan atau seleksi para pebilyar yang akan mewakili daerah tuk bertarung di pusat.
Sementara ada informasi

Ricky Liwang yang kesehariannya merulakan penasehat/pembina POBSI Sulut tak menampik adanya gerakan penjaringan atlet bilyar tanpa melalui proses seleksi.
“Betul, mereka yang dipilih oleh KONI Manado adalah : Steinly dan Denny Pua sebagai pelatih. Roy Tandayu, Charles Tagara, (Carom) Putri Yayang dan Wawu 4 orang Pelatda, semua dapat uang saku selama Pelatda, besarannya 2.750.000/bln untuk atlet, pelatih 3jt/bulan,” jelasnya.
Dirinya mengaku sudah pernah menegur hal itu, namun tidak di indahkan.
Pasalnya, menurut Ricky, biasanya setiap Kejurnas dan Pra-PON diadakan seleksi.
“Ini pengurus sudah keluar jalur, karena semua kegiatan dilaksanakan oleh sekertaris tanpa koordinasi dengan Ketua Provinsi dan Ketua harian. Harusnya mereka berkoordinasi minimal dengan Binpres (Bagian Pembinaan dan Prestasi). Semua terkesan sudah dilangkahi, makanya kacau. Saya juga mempertanyakan tentang uang setiap pertandingan yang diptong 10%. Setahu saya, sampai saat ini belum ada pertanggung jawaban dari pengurus,” timpal Ricky yang akrab disapa Om Jack.
Dilain pihak, Ketua Harian POBSI Sulut, Yudi Moniaga ketika dikonfirmasi di nomor Whats-App nya membenarkan yang terjadi dan yang dikatakan oleh Ricky Liwang.
“Sejak awal pelantikan kita sebagai ketua harian sampai hari ini tidak perna dilibatkan baik kegiatam maupun surat menyurat,” ungkapnya.
Ditanya lebih jauh lagi, Moniaga enggan berkomentar. Hanya saja dirinya berharap bila masih ada kesempatan dan ruang untuk berkordinasi, sebaiknya segenap pengurus dsn pebilyar menggelar rapat bersama untuk mencari solusi.
“Dengan dapatnya solusi, otomatis akan lahir kesepakatan sehingga nama besar Sulut di kancah bilyar Nasional, tetap harum,” pungkas politisi Gerindra Sulut yang dikenal ramah dengan wartawan itu.(RED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*