Kematian Wartawan Muhammad Yusuf Bangkitkan Reaksi Keras Organisasi PERS se Indonesia

Spread the love
  • 28
    Shares

 

DIDUGA JADI ALAT PEMANGKAS INDEPENDENSI JURNALIS, DEWAN PERS BAKAL SEGERA DIBUBARKAN

JAKARTA, IdentitasPrime – Kasus asus kriminalisasi PERS atau upaya MENGINTIMIDASI INDEPENDENSI JURNALIS di Indonesia, akhirnya mendapat tanggapan sejumlah pentolan Organisasi Pers tingkat nasional.
Selasa (26/06/2018) sore, terinformasi ada sekian Organisasi PERS lakukan pertemuan khusus membahas kriminalisasi pers yang menjadi penyebab kematian wartawan media Kemajuan Rakyat Almarhum Muhammad Yusuf.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia Hence Mandagi mengajak, seluruh Ketua Umum organisasi pers yang hadir pada pertemuan di sebuah restoran di bilangan Jakarta Pusat tersebut, sepakat menyatakan “PERANG” melawan kriminalisasi pers Indonesia.

“Target utama perlawanan kita adalah Dewan PERS, karena menjadi biang kerok terjadinya tindakan kriminalisasi pers di berbagai daerah,” ujar dia.
.
Dalam waktu dekat ini (4/7/2018), lanjut Mandagi, akan ada aksi damai perwakilan wartawan dari berbagai daerah yang terpusat di Jakarta, usai sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap Dewan Pers di PN Jakarta Pusat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Komite Wartawan Reformasi Indonesia, Ozzy Sulaiman Sudiro mengaku, akan ada agenda besar Penyelamatan Kemerdekaan PERS Indonesia yang sedang dipersiapkan puluhan organisasi PERS di Posko Komando Perang Melawan Kriminalisasi Pers yang berpusat di lantai 5 Gedung Dewan Pers.
Di pihak yang sama juga, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia Wilson Lalengke menegaskan, hanya terjadi di Indonesia, sebuah karya jurnalistik dianggap perbuatan kriminal oleh Dewan Pers.
“Puluhan ribu media dan ratusan ribu wartawan harus diselamatkan dari tindakan kesewenangan Dewan Pers,” timpal dia.
Pertemuan pimpinan organisasi PERS ini dihadiri oleh Ozzy Sulaiman Sekjen Majelis Pers/ Ketum KWRI, Hence Mandagi Ketum SPRI, Wilson Lalengke Ketum PPWI, Hans Kawengian Ketum KOWAPPI, Helmy Romdhoni Ketum JMN, Taufiq Rachman Ketum IPJI, Marlon Brando Ketua IMO, Yulius Lase Ketua PWO, Budi Sekjen DPP AWDI, Ronaldo Ketua PWRI, dan Sukahati Ketua Presidium FPII.(RED/7o)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*