Keperawanan Gadis 13 Tahun Dibobol Petani di Gudang Milik Kumtua Desa Werot

Spread the love

Coba Bungkam Korban Dengan 1 Hektar tanah, Ibunda Korban Menolak Dan Pilih Tempuh Jalur Hukum

Kapoksek Likupang Benarkan Adanya Laporan Pemerkosaan Tersebut

MINUT, IdentitasPrime – Kasus kejahatan seksual dengan kekerasan terhadap anak dibawah umur terjadi lagi di Kabupaten Minahasa Utara, dalam hal ini di Desa Werot Kecamatan Likupang Selatan.

Sebut saja korban Mawar (disamarkan), gadis belia berusia 13 tahun asal Desa Werot Jaga Satu yang masih duduk kelas dua SMP salah satu sekolah di Likupang Raya, harus menerima kenyataan kalau kegadisannya direnggut buruh/tani JL alias Jon (29), warga desa yang sama.

Kasus amoral yang sempat menggegerkan warga sekitar ini terinformasi terjadi 5 Mei 2019, dimana terduga pelaku JL alias Jon, mampu pemperdayai korban dengan tipu dayanya.

Adapun konologi kejadian, sesuai pengakuan orangtua korban, yaitu bermula dari tanggal 4 Mei 2019, terduga yang sudah dianggap seperti keluarga oleh keluarga korban, janjian ketemuan di rumah Hukumtua Desa Werot.
Karena terinformasi terduga pelaku adalah orang kerja Hukumtua Werot, otomatis ia leluasa masuk-keluar rumah dengan nyaman.
Pertemuan antara korban dan pelaku awalnya hanya bincang-bincang dan canda-tawa biasa. Namun karena sudah punya niat tak baik, lama-kelamaan terduga mulsi melancarkan serangan dengan modus bujuk-rayunya.
“Dia pangge torang pindah bacerita di gudang, kita tolak mo maso, mar dia buju-buju trus,” aku Mawar kepada media ini.
Melihat suasana sepi dan bujuk-rayunya berpeluang, Terduga pun kian gencar memperdaya korban hingga korbanpun akhirnya ikut masuk ke gudang itu.
Didalam gudang Terduga laksana seekor ular pithon berdarah dingin, belum langsung memangsa korban.
Mereka hanya bercerita biasa sambil tangan dan rayuan Terduga mulai beraksi. “Dia pangge pa kita mo begitu (sensor) berhubungan intim, mar kita nimau,” ujar Mawar.

Tak putus asa terduga terus melancarkan aksinya sampai akhirnya ia pun memaksa korban. Korban bukan pasrah, namun terus meronta. Tapi apalah daya kekuatan korban di usia 13 tahun melawan kekuatan tersangka yang sudah dirasuki iblis.
Tak berapa lama korbanpun kehabisan tenaga dan terduga berhasil menjebol pertahanan korban. “Kita ba ba taria mar kita pe mulut dia tutup dengan kain,”kenang Mawar.

Sehabis melampiaskan nafsu bejatnya korban dibawa pulang pelaku ke rumah temannya. “Dia bilang jangan tako. Ngana kalu hamil kita tanggung jawab,” sebut korban meniru ucapan terduga.

Kasus pemerkosaan ini ternyata tidak membuat pelaku jera atau takut, dirinya bahkan menjadi ketagihan karena menganggap korban mampu dibujuknya.
“Tanggal 10 Mei 2019 saya sendiri memergoki anak saya di dalam gudang dengan dia. Saya desak anak saya karena akhir-akhir ini memang saya lihat sudah ada perubahan, akhirnya anak saya mengaku kalau dia sudah diperkosa pelaku,” tukas Ibu korban.

Masalah ini awalnya ditangani pemerintah desa dengan jalan musyawarah, dan kesimpulannya terduga memberi jaminan satu hektar tanah kepada korban.
“Saya tidak setuju dan saya menolak karena masa depan anak saya sudah hancur. Kong cums mo ukur denag 1 hektar tanah. Kasus ini harus lanjutkan ke proses hukum,” katanya.

Hari ini 13 Mei 2019, ibu korban membuat laporan ini di Polsek Likupang, dan diterima.
Ditemani salah satu anggota Polsek Likupang, korban di antar ke RS Bhayangkara untuk di visum, guna memenuhi kelengkapan berkas.

Kapolsek Likupang AKP Steven Simbar saat di konfirmasi via ponsel membenarkan adanya laporan. “Kita sudah menerima laporan, korban sudah di visum, kasus ini sementara di proses hukum,” jelas Simbar singkat.(Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*