KEPSEK SMA N 3 KOTAMOBAGU DISINYALIR ALERGI WARTAWAN

Spread the love

KOTAMOBAGU, IdentitasPrime – Hari gini, masih ada pejabat takut wartawan? Ya atau tidak, inilah kejadian tersebut.

Rabu (08/11) pukul 10.30 Wita wartawan media ini identitasprime.com dan rekannya wartawan Berita Indonesia, berdua bertandang ke SMA N 3 Kotamobagu dengan tujuan menemui kepala sekolah untuk mengkonfirmasi informasi yang didapat dari masyarakat.

Hal ini dilakukan, untuk menjaga kemitraan dan hubungan baik antara media dan pemerintah sesuai undang-undang keterbukaan informasi publik.

Dengan sikap sopan, keduanya memberi salam, dan disambut baik sang kepala sekolah. Menarikya, setelahnmengetahui kedua tamunya adalah wartawan, tiba-tiba sikap sang kepsek berubah jadi salah tingkah, kemudian meninggalkan keduanya yang hanya bisa saling tatap karen diduga kuat sang kepsek alergi wartawan.

Pasalnya, saat ditemui diruang kerjanya Kepala SMA N 3 Warini Daun sempat menerima salam dan mempersilahkan duduk, namun sayangnya, saat kedua wartawan mengambil tempat duduk yang telah disiapkan, sang kepsek kelihatan risih seperti kebingungan. Dan dia juga tergesa -gesa keluar dalam ruangan tanpa kembali menemui kedua wartawan.

Beberapa saat berselang, muncul Rikmini S.Pd, wakil kepala sekolah yang juga bertindak sebagai Humas SMA N 3 Kotamobagu, menyapa keduanya dengan ramah dan langsung menerima untuk dikonfirmasi berkaitan dengan dua siswanya yang ditangkap Sat Pol PP di warnet saat jam pelajaran.

Rikmini SPd sebagai humas mewakili kepala SMA N 3 langsung menjelaskan secara mendetail tentang dua siswanya yang ditangkap Sat Pol PP tersebut.

Menurut Rikmini, dua siswa telah diberikan pembinaan untuk mematuhi aturan disiplin.
Namun ketika dikonfirmasi tentang penggunaan dana BOS, wakil kepala sekolah yang merangkap humas SMA N 3 Kontamobagu (Rikmini S.Pd red-), enggan menjawab.

“Maafkan kami ya, bukan tidak mau menjelaskan, tapi untuk hal itu, kami hanya bawahan yang masih punya pimpinan, dan ini adalah ranah kepala sekolah,” katanya sopan.

Menariknya, walaupun kepala sekolah berada ditempat, tapi tidak mau dikonfirmasi, karena saat ditemui langsung keluar ruangan. Tapi sebagai bawahan, Rikmini tetap saja membela atasannya dengan mengatakan bahwa kepala sekolah mungkin banyak kesibukan. Sikap tersebut tentunya dinilai tidak mencerminkan seorang pemimpin.

Ketua LSM Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LI TIPIKOR) melalui Kordinator Investigasi, Jefran De’Yong mengecam hal itu.

“Sebagai pelayan publik, ┬átidak pantas kalau pejabat terkait menghindar atau menutup mulut akan informasi. Menghindar atau diam berarti ada yang tidak beres, Kepala BKD dan Inspektorat harus mengambil tindakan tegas atas kepsek tersebut,” pintanya.(Feki Sajow)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*