Lagi, Kasus Pemecah Ombak Likupang, Kejati Tahan Bos Manguni Makasiouw

Spread the love

RM Diduga Sebagai Salah Satu Mata Rantai Tersangka Korupsi Rp 8.8 Miliyar

MANADO, IdentitasPrime – Dugaan kasus Proyek Pemecah Ombak plus Penimbunan Pantai Likupang di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara Tahun Anggaran (TA) 2016, kembali memakan korban alias bertambahnya TERSANGKA baru.

Setelah instansi vertikal berseragam cokelat tua (Kejaksaan Tinggi Sulut red-) mengembangkan penyidikan dan pemeriksaan terhadap dua (2) Tersangka sekalian menahan RT alias Rossa mantan Kepala Badan (Kaban) BPBD dan SHS alias Steven mantan PPTK nya, terinformasi Kejati kembali menahan 1 tersangka baru berinisial RM alias Robby.

Dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 8,8 Milyar tersebut, tersangka RM alias Robby adalah Direktur PT. Manguni Makasiouw Minahasa, sebagai pelaksana pekerjaan.

Dia diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai di Likupang Kabupaten Minahasa Utara, dengan nilai proyek Rp 15 Milyar, sehingga RM harus menjadi salah satu mata rantai dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) bersama dua Tersangka pendahulunya.

Pasalnya, berdasarkan hasil penyidikan serta pemeriksaan terhadap tersangka pada (15/11) siang, Kejati Sulut mendapati RM telah memenuhi syarat-syarat penahanan yang diatur dalam KUHAP.

“Tersangka dikenakan pasal 2 Ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH,” tutur sumber resmi dari Kejati Sulut yang minta namanya tak usah disebutkan mengingat profesinya.

Kejaksaan Tinggi, lanjut sumber yang merupakan salah satu penyidik dalam penanganan kasus ini, kemudian menahan Tersangka RM untuk 20 (dua puluh) hari.
“Terhitung sejak 15 November 2017 sampai dengan 4 Desember 2017, RM ditahan di Lapas Kelas IIa Malendeng Manado, Sulawesi Utara,” pungkasnya.

Semetara Kajati Sulut melalui Kasi Penkum Yoni E. Mallaka, SH saat dihubungi via What App, membenarkan adanya penahanan tersebut. “Berdasarkan hasil penyidikan dan pemeriksaan pada hari ini, Kejati Sulut akhirnya melakukan penahanan terhadap Tersangka berinisial RM, untuk kepentingan kasus ini,” jelasnya.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*