Laknat… Terkuak, Bocah Daud Solambela Dibunuh Ayah Kandungnya

Spread the love
  • 222
    Shares

Pusung Sebut Pelaku Terancam Pasal 80 Ayat 3 dan 4 UU Nomor 35 Tahun 2014

MINAHASA, IdentitasPrime – Kematian bocah Daud Solambela (7) menggemparkan sosial media (sosmed) dan jadi pergunjingan seluruh kalangan, menuai segudang tanda tanya dan wajib di ungkap.
Sejumlah spekulasi beredar kalau korban meninggal karena ulah pencuri yang diduga kepergok kemudian menganiaya bocah Daud Solambela sehingga tewas mengenaskan dirumahnya dengan keadaan tubuh penuh dengan luka lebam tanda benturan benda tumpul, dan lubang tusukan benda tajam.

Mungkin sudah takdir Tuhan, serapih-rapihnya manusia menyembunyikan dosa, akhirnya terkuak juga, maka demikianlah teka-teki kematian Daud Solambela yang sukses dipecahkan aparat Polres Minahasa yang di nahkodai Kapolres AKBP Christ R Pusung SIK.
Kepolisian Resor (Polres) Minahasa, mengungkap fakta bahwa kematian anak ke 2 dari keluarga Solambela-Taniowas asal Desa sendangan Kecamatan Kakas ini.
“Korban ternyata dibunuh oleh ayah kandung sendiri,” akunKapolres Minahasa, AKBP Christ R Pusung SIK dalam konfrensi pers Rabu (15/08) 2018 di Mapolres Minahasa.

Pusung juga menyampaikan bahwa pelaku berinisial FS alias Capsu membunuh anak kandungnya sendiri dengan menggunakan sebilah pisau.

“Dari ibadah duka sekira pukul 17:00 wita, Capsu pulang kerumahnya, kemudian melihat anaknya bermain, dan langsung mendorongnya denga tangan kiri sehingga korban terjatuh membentur tembok sehingga korban pingsan. Melihat korban pingsan capsu mengambil pisau dan mengangkat baju korban seraya menikam korban sebanyak dua kali,” beber Pusung.

Lanjut Kapolres, setelah menikam anaknya, dengan membiarkan pisau tertancap, untuk menutupi perbuatanya, pelaku langsung mengendong korban dan meminta pertolongan dan langsung membawa korban ke Rumah Sakit.
“Berdasarkan pemeriksaan, pelaku melakukan perbuatan tersebut dikarenakan pelaku marah karena korban bermain terlalu lama di luar rumah,”urai Kapolres.

Akibat perbuatannya, FS alias Capsu (47) warga Desa Sendangan jaga lima Kecamatan Kakas, di amankan di Mapolres Minahasa.

“Pelaku akan di ancam pasal 80 ayat 3 dan 4 UU nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sehingga pelaku dikenakan pidana paling lama 15 Tahun penjara, atau denda Rp 3 Milyar,” tegasnya

Sementara pelaku FS ketika di wawancarai mengaku bahwa dirinya yang telah melakukan aksi pembunuhan tersebut, dengan raut wajah kusut.
“Saya melakukan perbuatan saya karena saya emosi, dan dengan keadaan sadar. Tentunya saya mesyesali perbuatan saya tersebut, “katanya datar. (7o)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*