Letkol Arm Toar Pioh Pimpin Atraksi Kabesaran Festival Budaya Tonsea Di Jakarta

Spread the love
  • 8
    Shares

Kegiatan ini Pecahkan Rekor Muri sebagai Tarian Kabesaran pertama dengan rekor peserta 250 orang

JAKARTA, IdentitasPrime – “Waktu dan tempat bukanlah alasan untuk membuat seseorang harus menghapus apa yang sudah ada dibenaknya”. Dan itulah kata mutiara paling tepat dialamatkan untuk Letkol arm Toar Pioh.

Seperti kita ketahui bersama, Pioh adalah mantan Dandim Manado yang baru saja di promosikan ke Mabes AD di Cilangkap, beberapa waktu lalu. Namun perwira tinggi Angkatan Darat asal Sulut ini, pantas diberi apresiasi setinggi-tingginya, baik oleh para leluhur, maupun putera-puteri Minahasa dimana saja berada.

Sebagai seorang laskar TNI terlatih memegang senjata dan matang dalam strategi tempur dalam menjaga dan mengawal setiap jengkal kedaulatan RI, TUAMA (laki-laki berdarah Minahasa red-) ini juga dikenal mumpuni dalam atraksi Tari Perang Cakalele dan Kabesaran.

Pioh yang sukses membawa kurang lebih 2 ratusan lebih prajurit dan Waraney memperagakan tarian perang di ajang Manado Fiesta, kali ini kembali mempromosikan budaya Tarian Perang Adat Minahasa, Cakalele dan Kabesaran di ajang lebih bergengsi, yang jauh dari kampung halamannya, Minahasa, dimana tarian ini dilahirkan.

Minggu (26/11) pukul 13.00 wib, Letkol arm Toar Pioh memimpin 250 Waraney di Jakarta dalam kegiatan bertajuk Festival Budaya Tonsea, yang di selenggarakan oleh pengurus dan panitia Paimpuluan Ne Tonsea (Minahasa Utara).

Kegiatan diawali dengan Maniwo Jumat, 24 November 2017, Festival Budaya Sabtu, 25 November 2017, kemudian di akhiri dengan defiley Tari kabesaran serta pakaian dan tarian seni budaya Tonsea-Minahasa.

Peragaan Tari Kabesaran di start dari Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI) menuju Tugu Monas dibawah komando Letkol arm Toar Pioh dengan pekikan laksana seorang panglima perang Minahasa di jaman dahulu.

Dan, satu hal yang pantas dibanggakan adalah, kegiatan ini di catat oleh Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai Tarian Kabesaran pertama yang melibatkan banyak orang dengan rekor peserta 250 orang.

Tuama Minahasa yang oleh Forum Wartawan Peduli Adat dan Budaya Sulut sebagai dewan pembina mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan tujuannya untuk melestarikan sekaligus mempromosikan bahwa Adat dan Budaya Sulut tetap terpelihara dengan baik.
“Dan sebagai Tuama Minahasa saya berkewajiban melakukan itu, ” ujar ayah dari dua putri kembar ini penuh haru.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*