LSM Adat MAPATU dan Wakil Pemkab/Dekab Gelar Ritual di Mata Air I Tu’tul Somoup Doud Maklentuai Airmadidi Bawah

Spread the love
  • 111
    Shares

MINUT, IdentitasPrime – Mata air I Tu’tul Sumanap Maklentuai Kelurahan Airmadidi Bawah Kecamatan Airmadidi Minut telah di laksanakan Upacara Adat I Tu’tul Somoup (Membetulkan/memperbaiki sumber mata air) yang rusak akibat terkena pembangunan Jalan Tol Manado – Bitung.
Kegiatan Ini di selenggarakan oleh Ketua LSM Mapatu, Stenly Lengkong dan segenap pengurus serta beberapa tokoh mssyarakat Tonsea, Senin (10 September) Pukul 16.10 Wita.

Turut terundang hadir dalam acara ini, yaitu Ir Yoppy Lengkong (Wakil Bupati Minut) dan isteri Jeyvi Wijaya SH, Yosep Dengah (Anggota Dewan Pemkab Minut), Pak Arif (Staf Perwakilan PT Waskita), Para anggota LSM Adat Mapatu 25 Orang, Fisye E N Wawoh (Lurah Kel Rap- Rap), Para Perangkat Kel Airmadidi Bawah, Para Masyarakat dan Perwakilan sekitar 100 Orang.
Sambutan selamat datang yang di bawakan oleh Stenly Lengkong (Ketua LSM Mapatu) kepada para hadirin sekaligus menguraikan arti swrta tujuan dari Upacara Adat I Tu’tul Sumaup.
” Upacara Adat I Tu’tul Sumaup ini artinya Membetulkan/memperbaiki sumber mata air. Kita harus perbaiki mata air peninggalan para leluhur yang rusak akibat terkena pembangunan Jalan Tol Manado – Bitung,” kata aktivis vokal yang dikenal dwngan panggilan Endy ini.

Sebagai Ormas yang melindungi dan melestarikan adat, budaya dan tradisi, LSM Mapatu mengharapkan Pemerintah Kabupaten Minut agar lebih memperhatikan aset-aset yang ada.
“Aset yang ada contohnya seperti sumber daya alam yang bisa di jadikan obyek wisata dan melakukan musyawarah lebih dini dengan masyarakat dan pihak pihak terkait sebelum di adań∑an pembangunan,” imbau Lengkong.
Usai doa dan penyampaian, giliran Weresin U Lesar (membersihkan tempat upacara adat), yakni Upacara adat di Waruga Batu Timani di pimpin oleh Tonaas Rinto Taroreh, tokoh adat kharismatik.
Selanjutnya digelar Mangaley (meminta petunjuk dan memohon berkat dari Yang Maha Kuasa, Opo Wailan Wangko Tuhan se Wananatas, menyusul Mangoray (mengucap syukur atas berkat yg di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa).
Lalayaan atau Tarian ucapan syukur), Tanam Tawaang sebagai tanda batas dan kepemilikan mata air Maklentuai.
“Ini juga sebagai telaga sumber mata air yang menjadi milik masyarakat adat dan di jaga bersama/tanggung jawab bersama utk menjaga kelestarian Sumber air Makelentuai,” jelas Tonaas Rinto.
Dalam penanaman pohon tanda tersebut di wakili oleh 9 Keluarga besar yang ada di Airmadidi antara lain :
a. Ir Yoppy Lengkong (Wakil Bupati Minut) selaku Perwakilan dari Keluarga Lengkong
b. Keluarga Singal
c. Keluarga Kalesaran
d. Keluarga Mandagi
e. Keluarga Mumbunan
f. Keluarga Dengah
g. Keluarga Koloay
h. Keluarga Sumakud
i. Keluarga Luntungan/Dayoh

Pada sambutan Yoshep Dengah mengajak, mari kita mendukung program pemerintah dan akan menyampaikan keluhan keluhan dari masyarakat yang ada di wilayah airmadidi kususnya dan terutama yang terkena pembangunan Jalan Tol.

Sedangkan Yoppy Lengkong (Wakil Bupati Minut) menyampaikan bahwa dalam pembangunan jalan tol ini pemerintah berupaya agar tidak ada pihak-pihak yang merasa di rugikan dengan adanya pembangunan jalan tol.
“Sumber air Maklentuai ini akan di buat obyek wisata dan memberikan apresiasi bagi masyarakat dan LSM Mapatu yang sudah melaksanakan kegiatan ini. Jangan di hilangkan mata air ini, juga Waruga yang ada,” ujar Joppi.

Dan untuk generasi muda, lanjut Wakil Bupati, agar lebih mengetahui sejarah sejarah yang ada.
“Pemerintah dan saya berharap Waruga yang ada tetap di jaga, bukan berarti kita menyembah batu tapi aset ini bisa jadi wisata alam dan budaya kususnya di wilayah Tonsea (Kab Minut),” jelas Lengkong.
Usai semua kegiatan, seluruh hadirin menggelar ramah tamah, sampai pada acara penutupan yqng berlangsung khidmat. Pukul 18.25 Wita seluruh rangkaian Acara selesai dengan tertib dan aman.(Wawan/Jacky)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*