Karo Paminal Mabes Polri Diminta Periksa Kasat Reskrim Polres Mitra Moh.Zacky

Spread the love

Manado, Identitasprime.com – Terkait maraknya lokasi tambang emas ilegal di kecamatan ratatotok dan sekitarnya cukup mengagetkan dan membuat bulu kuduk berdiri. Betapa tidak, laporan investigasi media ini dilapangan menunjukkan 11 titik lokasi penambangan emas tanpa ijin menggunakan eksavator yang twrkesan sengaja di biarkan beroperasi oleh polres minahasa tenggara dan polda sulut.

Ironisnya, dengan banyaknya lokasi tambang emas ilegal yang diduga di beking oleh oknum oknum aparat keparat di polda sulut terkesan bahwa sulawesi utara saat ini bisa dikatakan “ilegal meaning atau darurat PETI ”

Pada jaman kepemimpinan Kapolda sulut Irjen Pol Royke Lumowa, aktifitas penambangan emas tanpa ijin menggunakan alat berat eksavator ini semua di hentikan karena sering di razia oleh kepolisian, bahkan bos bos alias cukongnya semua pada ketakutan sebab Irjen pol Royke Lumowa tidak mau kompromi dengan para cukong yang melakukan tindak pidana ilegal meaning tersebut.

Dan kini setelah Kapolda sulut dijabat Irjen Pol Nana Sujana, para ‘Bos Bos’ tambang emas ilegal atau lebih dikenal dengan sebutan pelaku PETI itu muncul kembali dengan menggeliat dan mereka sangat frontal seakan mereka kebal hukum dan percaya diri bahwa meskipun kegiatan mereka itu ilegal mereka selalu merasa aman, sebab polisi melakukan pembiaran dan tidak mau bertindak. Hal ini yang sangat sangat disayangkan.

Polisi yang seharusnya menindak pelaku ilegal meaning malah diduga kuat menjadi beking dari para bos bos tambang ilegal ini.

Kritikan keras terhadap aktifitas peti di wilayah hukum polres minahasa tenggara semakin deras dikarenakan aparat kepolisian setempat seakan membiarkan para perusak hutan dan pelaku ilegal meaning ini mengeruk kekayaan alam tanpa adanya sehelai ijin pun. Mereka diduga kuat hanya di wajibkan setoran agar aktifitas mereka bisa nerjalan dengan aman dan lancar.

Terpisah, Aktifis anti korupsi Hendra Jacob angkat bicara, menurutnya bahwa kegiatan ilegal meaning bisa berjalan dengan aman karena ada konspirasi dengan oknun oknum polisi, baik polres mitra maupun tipiter polda sulut. Oleh karenanya, dia meminta karo paminal mabes polri Brigjen Pol Hendra Kurniawan untuk menindak tegas oknum oknum polisi di polres mitra dan oknum polisi di subdit tipiter polda sulut yang diduga kuat berkonspirasi dengan pelaku pelaku tambang emas ilegal. Tidak menutup kemungkinan mereka menerima setoran dari para cukong cukong pelaku peti tersebut. Buktinya mereka bisa melakukan aktifitas penambangan ilegal secara transparan tanpa adanya rasa takut sama sekali padahal mereka itu tidak mengantongi ijin sama sekali. Tukas Hj.

Ditambahkannya lagi bahwa Jika karo paminal mabes polri Brigjen Hendra Kurniawan tidak turun tangan akan masalah pembiaran aktifitas tambang ilegal oleh polres mitra dan polda sulut ini, maka akibat ulah para oknum oknum tersebut dapat mengakibatkan turunya kepercayaan masyarakat dan publik terhadap institusi polri.

Paminal mabes juga harus mampu mengungkap pemainan hukum yang diduga dilakukan oleh kasat reskrim mitra, dimana ia telah mempolice line 3 unit eksavator yang melakukan aktifitas peti di lokasi linggoy milik Boy E Kaligis namun proses hukumya tidak jalan. Ini merupakan pelanggaran etika karena menyalahgunakan kewenanganya sebagai kasat reskrim.

Paminal mabes polri harus segera bertindak, periksa dan copot kasat reskrim polres minahasa tenggara karena tidak profesional dalam menangani kasus tambang emas ilegal.

Boy Kaligis selaku pemikik lahan hingga saat ini tidak ditetapkan tersangka diduga kasat reskrim telah tergalang dan menerima upeti dari bos peti linggoy. Tegas Hj. ( red )

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*