Masyarakat Tondano Berharap Hiburan Ketangkasan di Pameran/Pasar Malam, Tidak Dihentikan

Spread the love

Steve; “Cukup di benahi dan ditertibkan saja, kan bisa mendongkrak PAD”

MINAHASA, IdentitasPrime – Keberadaan belasan pengusaha sarana hiburan ketangkasan berhadiah rokok di Pameran HUT Kabupaten Minahasa, sempat menjadi dilema bagi pemerintah dan aparat.
Pasalnya, beberapa hari lalu media ini pernah memberitakan tentang permainan ketangkasan seperti Rolet, Bola Giling, 69 dan Paloa, sangat meresahkan.
Alhasil, Polres Minahasa pun langsung mengambil tindakkan tegas menghentikan kegiatan tersebut.
Dan dampaknya cukup besar terhadap keramaian pameran dan pasar malam tersebut.
“Saya merasa sepi kalau permainan ketangkasan itu dihentikan, soalnya permainan-permainan itu sangat mqngasyikkan. KECUALI permainan PALOA, itu yang pantas ditutup,” tutur Pak Marten L Loway (52) pengunjung pameran/pasar malam itu.
Keberadaan permainan itu, ditambahkan Marten, sangat menguntungkan. “Sekarang harga 1 bungkus rokok Sampoerna di warung mencapai Rp. 24.000. Sedangkan kalau kami beli di permainan itu, uang Rp. 10.000, saya pernah bawa pulang 10 bungkus. Itu kan sangat menguntungkan, jadi sebaiknya biarkan saja permainan itu jalan lagi,” pinta Loway.
Penyebab ditutupnya permainan ketangkasan berhadiah rokok memang sangat berdampak pada pameran/masar malam diseputaran Stadion Maesa Tondano itu.
Steve Fay Raranta aktivis yang pernah mengurus operasional permainan hiburan itu menilai, penutupan permainan itu sangat disesalkannya.
“Cukup di benahi dan ditertibkan saja, tidak perlu ditutup kan bisa mendongkrak PAD melalui reteibusi, pameran apalagi pasar malam tanpa permainan hiburan dan ketangkasan, hampir tak ada bedanya dengan di kuburan saja,,” katanya.
Lanjut dikatakan Steve Fay Raranta yang sukses beberapa kali mengurus beroperasinya permainan ketangkasan itu, salah satu kelemahan di pameran/pasar malam itu terletak pada pengaturan dan kerjasama panitia.
“Panitia harus jeli melakukan lintas kordinasi dan komunikasi baik dengan para pengusaha maupun aparat TNI/Polri. Selain ada inkam lumayan, masyarakat benar-benar merasa terhibur, jadi sebaiknya tak perlu ditutu namun sekali lagi, ditata dan ditertibkan saja,” ujarnya.
Ditanya apakah dirinya sanggup mengatur dan bagaimana dengan sikap polisi terhadap permainan-permainan itu, Raranta menyanggupinya.
“Saya sanggup, kali lalu saja begitu banyak permainan dan pengusaha yang masuk, semua bisa saya cover.dan tertibkan, tapi saya harus punya surat kuasa. Kalau polisi saya yakin hanya menilai segi kerawanan dan keabsahan permainan itu saja. Bila ada yang berani menjamin, apalagi yang jadi alasan permainan itu harus dihentikan padahal pemerintah dan aparat tidsk dirugikan,” timpal dia.
Perlu diketahui bersama, gegiatan pameran dan pasar malam di Tondano ini tinggal beberapa hari lagi usai sesuai agenda Pemda Minahasa.
“Saya sudah berkordinasi denagan mereka (para pemilik permainan), mereka siap ikut dengan aturan yang ada. Dan saya siap mengurus apa yang harus dilakukan,” tandas Steve seraya menanggapi yang mana permainan jenis Paloa juga merupakan tradisi masyarakat Tondano yang tak perlu dihentikan, namun ditertibkan.
“Selain ditertibkan, diawasi, kemudian hadiahnya jangan tertutup apalagi disembunyikan. Aparat polisi dan Pol PP juga harus ronda keliling, agar perkwetat para pengunjung apalagi pemain, dilarang keras main uang dan mabuk-mabukkan,” pungkas aktivis yang akrab disapa BUDZ itu. (Noval/Allen)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*