Mat dan R Luruskan Berita Sopir Tangki Avtur Jual Solar PS kepada Pengoplos Minyak Tanah

Spread the love

R: “Mad saja yang keliru, dia sebut saya wartawan Polda;”

BITUNG, IdentitasPrime – Berita dugaan praktik pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) secara in-prosedural di Kota Bitung berlangsung seakan tak bisa dijamah oleh aparat hukum yamg dimuat media ini pada edisi Rabu (30 Agustus 2018), oleh Mad dan R diminta ruang jawabnya.
“Ada kekeliruan dalam berita itu, soalnya saking kagetnya, maka saya kebingungan menjawabnya,” turur Mad kepada media ini Jumat (07/9), pukul 15.00 wita disalah satu rumah kopi di Kota Bitung.
Seperti diketahui bersama, pada investigasi media ini di Kota Bitung tempatnya di belakang Kantor KPU Bitung dimana telah terparkir 3 unit tangki berwarna merah pemuat Avtur yang alasannya sedang dalam perbaikan.

Sekira pukul 18.00 wita, muncul satu unit Pick-up Gran Max abu-abu yang dikemudikan Mad bersama rekannya, memasukkan selang ke Tangki merah berkapasitas angkut Avtur 8000×3 liter plat nomor B 9006 UQ.
“Memang benar saya sedot solar di tangki itu, separuhnya saya pidahkan ke tangki yang satu lagi sebab tangki satunya itu lagi kehabisan Solar, tidak ada jual-beli disitu,” jelas Mad warga Perum Bumi Beringin Kelurahan Manembo-nembo Atas.
Mad juga meluruskan, jawabannya tentang ia di back-up oleh R Wartawan Polda, itu keliru. “Maksud saya, R yang meminta saya membantu Eng sopir tangki untuk mengisi tangki PS-nya yang kehabisan Solar, biar nanti diganti di pangkalan karena mereka berteman baik,” jelasnya.
R sendiri membenarkan apa yang dikatakan Mad. Ia tak menampik kalau dirinya yang meminta Mad membantu memindahkan Solar dari tangki satu ke tangki lainnya.
“Karena tangki teman saya kehabisan Solar, maka saya minta Mad tolong datang pindahkan Solarnya, dan kalau ada yang tanya katakan bahwa saya yang minta tolong,” jelasnya.

Maksud Mad tentang R adalah Wartawan Polda, olehnya diluruskan yang mana ia adalah wartawan salah satu media nasional yang identik dengan kepolisian.
“Media kami memang punya rubrik Mapolri, di Box redaksi kami ada nama-nama beberapa pejabat di Mapolri, tapi pemahaman Mad saja yang keliru, dia sebut saya wartawan Polda,” urai R.

Mengenai area tersebut adalah tempat transaksi (jual-beli) Solar, R mengaku tidak tahu. “Kalau hal itu saya kurang tahu,” pungkas R.

Sejak kejadian itu, suasana di lahan belakang Kantor KPU lengang seperti sebelum-sebelumnya.Terpantau hanya ada satu unit tangki merah terparkir karena dalam keadaan rusak.
“Iya mobil kami ini sudah beberapa hari rusak. Kalau mau jalan akan beresiko,” ucap salah seorang sopir yang minta namanya tidak disebutkan.(Noval)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*