MATANGKAN ATURAN DAN HUKUM, KODIM 1310/BITUNG TERIMA PENYULUHAN HUKUM TIM KODAM XIII/MERDEKA

Spread the love
  • 9
    Shares

BITUNG, IdentitasPrime – Kodim 1310/Bitung menggelar Penyuluhan Hukum kepada personel Militer, PNS dan Persit, bertempat di Aula Makodim 1310/Bitung, (7/9/2018).

Penyuluhan Hukum yang dibawakan oleh Tim Hukum Kodam XIII/Merdeka Letkol Chk Askhari, SH dan Mayor Chk Novi Mewoh, didampingi Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos, Kasdim 1310/Bitung Mayor Inf Vino Onibala, Pabung Minut Mayor Inf Vino S. Onibala, Para Perwira Staf dan Danramil Kodim 1310/ Bitung, Ketua Persit KCK Cabang LXII Dim 1310 beserta pengurus dan anggota Persit serta seluruh Bintara, Tamtama dan PNS Kodim 1310/Bitung.

Mengawali penyuluhan, Dandim 1310/Bitung menyampaikan sambutan, agar seluruh prajurit, ASN dan Persit, pedomani apa yang akan disampaikan oleh Tim Kumdam XIII/Mdk sebagai upaya mencegah terjadinya pelanggaran di lingkungan Kodim 1310/Bitung.
“Kegiatan Penyuluhan Hukum kiranya dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang hukum bagi Prajurit, PNS dan Persit,” sambut Dandim.
Letkol Chk Askhari, SH. selaku Wakakumdam XIII/Mdk membawakan materi Penyalahgunaan Narkoba, menjelaskan bahwa efek dari penggunaan narkoba sangat berpengaruh terhadap perilaku penggunanya dan faktor yang mempengaruhi seseorang menggunakan narkoba.
“Faktor pertama dari diri pribadi yang tidak mampu menghadapi tekanan hidup dan pergaulan serta faktor lingkungan seperti keluarga yang bermasalah (Broken Home), sering mengunjungi tempat hiburan,” ujarnya.

Lanjut Letkol Chk Askhari SH, banyaknya waktu luang yang digunakan untuk hal-hal yang negatif, orang tua yang otoriter sehingga kurangnya komunikasi orang tua dan anak.
“Disamping itu juga, faktor kesediaan narkoba, dimana narkoba mudah sekali didapat dan banyak sekali berbagai macam jenis narkoba yang saat ini banyak masuk ke Indonesia yang diselundupkan dari luar negeri karena bisnis narkoba mendatangkan untung yang sangat besar,” katanya.

Askhari, SH juga mengatakan, akibat penyalahgunaan narkoba, menyebabkan gangguan kesehatan, fisik dan psikis. Sebab narkoba dapat merusak kesehatan karena penggunaan narkoba menyerang lambung, hati dan syaraf. Dari segi ekonomi, harga narkoba yang sangat mahal dapat mempengaruhi perilaku penggunanya yang sudah kecanduan, menghalalkan segala cara untuk melakukan tindak kriminal agar dapat memperoleh narkoba tersebut. “Penggunaan narkoba dilingkungan TNI dapat mengancam karier anggota TNI, membawa, memiliki, menyimpan narkoba dapat dikenakan pidana minimal 5 tahun sedangkan pengguna/pemakai minimal 4 tahun ditambah pemecatan, tukas Letkol Chk Askhari mengingatkan.

Upaya penanggulangan menurut Wakakumdam XIII/Mdk, dengan menggalakkan kehidupan beragama, dengan menanamkan ajaran-ajaran agama.
Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjaga keharmonisan hubungan dalam keluarga dan upaya preventif, pembinaan lingkungan bebas merokok, pola hidup yang sehat, melakukan kegiatan positif, produktif, konstruktif dan kreatif. Dan upaya represif berupa penindakan bagi anggota yang menyalahgunakan narkoba, pungkas Letkol Chk Askhari, SH

Sementara ditempat yang sama, Penyuluhan Hukum tentang Desersi dan THTI yang dibawakan Mayor Chk Novi Mewoh menjelaskan, THTI akan dilanjutkan menjadi Desersi apabila THTI melebihi waktu 30 Hari, bisa diancam pidana lebih dari 3 bulan. “Untuk kasus Asusila diantaranya, Zinah diancam hukuman 9 bulan (Psl. 284 KUHP), Perkosaan hukuman 12 tahun (Psl. 285 KUHP) dilakukan terhadap anak dibawah umur 9-12 tahun (Psl. 287 s.d 288 KUHP), Pencabulan ancaman hukuman 9-7 tahun (Psl. 289 s.d 294 KUHP), TP THP Kesopanan kesusilaan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan (Psl. 281 s.d 283 KUHP) dan Aborsi ancaman hukuman 4-15 tahun (Psl. 346 s.d 449 KUHP),” beber dia..
Mayor Chk Novi Mewoh juga menambahkan, masih banyaknya pelanggaran THTI yang dilaporkan ke Komando Atas atau banyak kejadian tentang THTI sudah dilaporkan tetapi telah diselesaikan oleh Satuannya. “Kedua hal tersebut harus diperhatikan untuk membuat surat penyelesaian ke Komando Atas. Pemicu banyak permasalahan terkait THTI, diantaranya, Hutang piutang, Perempuan, Perjudian, Bisnis dan lain lain,” urainya.
Lebih lanjut Mayor Chk Novi Mewoh mengatakan, terkait tentang Asusila, banyak melibatkan prajurit dan KBT dan berharap tidak terjadi di satuan Kodim 1310/Bitung.
“Banyak penyebabnya perselingkuhan terjadi, diantaranya melalui Medsos, perkenalan di Facebook dan terjadi komunikasi, percakapan dan terjadilah perselingkuhan yang dapat menjadi perzinahan,” pungkas Mewoh.(Noval)

@. Kutipan dari Kodim 1310 Bitung di September 07, 2018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*