MEITY TENGKER CALEG PKB UNTUK PROVINSI SULUT PILIH TEMUI RAKYAT TANPA KAMPANYE

Spread the love
  • 37
    Shares

Tengker: “Saya Tidak Beri Uang, Tapi Saya Siap Buka Lapangan Pekerjaan dan Pemberdayaan Perempuan”

MANADO, IdentitasPrime – Warna-warni parpol dan beragam wacana serta janji politik para Caleg (Calon Anggota Legislatif) baik kabuoaten/kota, provinsi maupun nasional, mulai hangat menjual wacana dan janji-janji politik saat menggelar kampanye perorangan (pribadi), maupun secara partai di dapil masing-masing.

Suasana kian memanas karena waktu Pemilihan Calon Anggota Legislatif (Pilcaleg) tinggal beberapa hari Lagi (17 April 2019).
Para Caleg disana-sini membombardir dapil dengan janji-janji politik bahkan tak dapat dipungkiri, mereka memuluskan kampanye dengan sentuhan “uang duduk”, yang oleh masyarakat sudah identik dengan pesta demokrasi.
Dari sekian caleg, ada salah seorang Caleg perempuan pendatang baru barasal dari Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu Kota Bitung, yang memilih melakukan kampanye dengan cara kekeluargaan dan sedikit bicara.
MEITY TENGKER… Wanita paruh baya yang memulai kiprah politik dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mengaku lebih tertarik tidak lakukan kampanye, namun turun di pemukiman masyarakat tertentu di Kota Bitung atau Kabupaten Minahasa Utara, sambil menanyakan kepada masyarakat, hal-hal apa yang masih dibutuhkan masyarakat namun belum terpenuhi.
“Saya enggan berkoar-koar dengan sound sistem, memberi janji-janji politik namun tidak ada perwujudannya,”tutur wanita berdarah Telap Tondano ini, Senin (08/4) kepada sejumlah wartawan.
Meity yang tampil bersama team kampanye wanita Solidaritas Masyarakat Nusa Utara Satal-Sitaro saat dijumpai di Desa Talawaan Kecamatan Talawaan kemarin, terpantau sedang mengajak para lanjut usia (lansia), untuk tetap menyekolahkan anak-cucunya.
“Sesulit apapun, tetap sekolahkan anak-cucu kita, agar tidak menjadi tamu di daerah sendiri. Saya Tidak Beri Uang, Tapi Saya Siap Buka Lapangan Pekerjaan dan Pemberdayaan Perempuan,” ajak Tengker setelah berpamitan kepada warga Desa Talawaan.

Caleg Partai PKB Dapil Bitung-Minut Nomor Urut 3 ini juga di Desa Rasaan Kecamatan Likupang Timur mengingatkan para lansia untuk tidak golongan putih (golput).
“Jangan golput, itu merugikan kita dalam menggunakan hak pilih. Kalau tidak suka oknum, pilih saja partainya. Dan sebaliknya kalau tidak suka partai, pilih saja oknum caleg nya,” imbau Meity.
Memilih Partai PKB, lanjut dikatakan Meity Tengker, dirinya terinspirasi oleh internal Partai PKB.
“Partai ini dulu dibentuk oleh para ulama dan para kyai, bukan dari orang-orang politik. Makanya AD-ART Partai PKB yang menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 45 yang melindungi semua pemeluk agama, suku dan bahasa ini membuat saya memilih maju dengan PKB,” timpal Meity.
Enggan berkomentar lebih, terpantau Meity sedang bertandang ke rumah salah satu warga Kelurahan Karondoran dan Desa Kalabat (batas Kota Bitung dan Kabuoaren Minut bersama beberapa tokoh masyarakat.
Masyarakat setempat kaget karena seorang Caleg sekelas Meity Tengker hadir di kediaman Pak ALIMIN ternya5s buksn untuk kampanye.
“Sama saja kan, dsripada berampanye percuma, lebih baik kita bekerja seperti mengantar masyarakat yang butuh pertolongan pemijatan dari Pak Alimin ini,” tandas Tengker.
Sesuai keterangan Ibu Sri salah satu warga Desa Maumbi yang diantar Meity Tengker ke Pak Alimin mengaku ia sudah lama mengalami cedera bahu.
“Saya sangat bersyukur ada Caleg sepwrti Ibu Meity ini. Dia tidak kenal kami, tapi dia malah mengantar kami memijat pundak saya yang salese. Sekarang saya sudah rasa sehat, bahu dan tamgan saya susah kuat karwna dipijat Pak Alimin,” jelas IRT itu. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*