Memenuhi 3 Syarat Tak Ditahan, LSM WPIT’TL Imbau Kapolda Sulut Pertimbangkan Penahanan Gretty Tielman

Spread the love
  • 255
    Shares
Gretty Tielman dan John S F Pandeirot

Pandeirot: “Silahkan… Proses Hukum Jalan, Tapi Ijinkan Dia Berada Diluar Tanpa Penahanan”

MANADO, IdentitasPrime – Keputusan Polda Sulut menahan Ketua Partai PKB DPW Sulut, Gretty Tielman (GT) akibat dugaan kekeliruan proses rehabilitasi Gedung Olah Raga (GOR) Hall B KONI Sario, Manado Sulut, menjadi sorotan masyarakat umum dan para pemerhati korupsi di Bumi Nyiur Melambai ini.

Penahan GT dinilai terlalu prematur dan terkesan bernuansa pembunuhan karakter dan terlalu tendensius. Pasalnya GT ditetapkan tersangka dan ditahan Polda karena tersandung masalah proyek tahun anggaran 2015, bersama dua tersangka yaitu Marcos Palit dan Salim Nurdin.

Menurut pihak Polda Sulut, ketiga-nya sudah melanggar Undang-undang Korupsi pasal 15 Undang-undang 31 tahun 1999 karena ditengarai ada kerugian negara sebesar Rp1 Miliar.
GT sendiri dijerat Pasal 2 ayat 1 junto pasal 15 Undang-undang nomor 31 tahun 1999, UU Tipikor menyebutkan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah.yang menarik dari penanganan kasus ini.

Ketua Umum LSM Adat Waraney Puser In Tana’Toar-Lumimuut, John F S Pandeirot yang dikenal tidak pernah mencampuri urusan politik maupun pemerintahan, akhirnya angkat bicara.

Menurut Pandeirot, setahu pihaknya, kasus ini sudah berproses lama. Yang disesalkan, kenapa justeru GT sudah terdaftar sebagai Calon anggota legislatif yang siap untuk kampanye, mendadak dijadikan tersangka.
“Wajar kan kalau publik curiga dan menduga ada 6ang tidak beres pada masalah ini, contohnya muatan politik,” katanya, Selasa (6/11) via Whatss-App.
Setahu pihaknya, lanjut Pandeirot, kerugian negara yang pernah di hitung oleh BPKP sudah di kembalikan ke kas negara. “Itu kan sudah membukrikan tanggungjawab dan itikad baik dari pihak GT. Kami harap penyidik dapat berlaku bijaksana sebab, meskipun unsur melawan hukum sudah terpenuhi tapi ketika sudah mengganti kerugian negara tak perlu lagi di lakukan penahanan,” timpal dia.

Selaku LSM / Ormas Adat Minahasa yang bersimpati kepada kader asli Minahasa seperti Gretty Tielman, Pandeirot juga berharap Polda Sulut untuk dapat berlaku humanis dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus korupsi.
“Selain sudah mengembalikan uang negara, secara administrasi Gretty tidak menandatangani berkas berkas proyek itu. Dirinya hanya membantu anak buahnya Salim meminjamkan uang. Setelah Salim dapat proyek iru, dia mengganti uang pinjaman itu yang di setor ke rekening pribadi Gretty. Jasi, inikan masalah piutang antara Salim dan Grerty, jadi kalau Salim terindikasi korupsi, yah dia harus di mintakan pertanggungjawaban, bukan Gretty,” urainya.
John F S Pandeirot juga menambahkan, masih banyak kasus tindak pidana korupsi yang jelas diluar sana, yang melibatkan oknum pejabat sebagai pihak penguasa anggaran/pemberi pekerjaan yang harus diselidiki.
Dan kasus Kontraktor Pelaksaan tak melasanakan proyek tidak sesuai volume, merekalah yang jelas harus ditindak,” timpal dia.

Pandeirot juga menilai, hawa politik bau busuk mulai tercium di kasus Grwtty Tielman yang saat ini sebagai DCT nomor Urut 1 dari Partai PKB sebagai Caleg Provinsi Sulut Dapil Kota Manado.
“Semoga persoalan ini tidak merusak karier politik Ibu Gretty Tielman karena merupakan salah satu kandidat Menteri asal Sulawesi Utara dari PKB, yang bisa kita banggakan. Sekali lagi, kami imbau Pak Kapolda Sulut untuk mempelajari kasus penahanan Ibu Gretty Tielman, sebab ada hal yang terkesan dipaksakan. Silahkan… proses hukum jalan, tapi ijinkan dia berada diluar tanpa penahanan, agar nama baik Polda Sulut bisa menjadi harum dimata keadilan,” pungkas John F S Pandeirot. (Micky R)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*