Mencoba Lari, Tim Manguni 2 Lumpuhkan Pembunuh Driver Gojek

Spread the love

MANADO, IdentitasPrime – Dahsyat. Itulah kata paling tepat disebut untuk Timsus Jatanras Manguni 2 Polda Sulut usai mengandaskan perlawanan pria TP (33), Tersangka perampokan dan pembunuhan driver GoJek yang sempat menggegerkan Kota Manado itu.
Tersangka waktu dijemput polisi, coba melawan. Tak mau buruannya lolos, pistol salah satu anggota Manguni menyalak, dan tersangka pun tumbang saat kaki kirinya, ditembus sebutir pelir Selasa (26/12), sekitar pukul 17.44 Wita.
Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito, melalui Katim 2 Resmob Manguni AKP Frelly Sumampow SE, membenarkan peristiwa penangkapan itu.
Setelah mrngembanngkan hasil penyelidikan, tim resmob melakukan penyergapan pada suatu rumah yang juga berfungsi sebagai tempat kos di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken.
AKP Refly Sumampouw yang hafal betul keadaan dan suasana di wilayah itu karena pernah menjadi Kapolsek Bunaken, bertindak tak alang – kepalang.
“Tersangka diciduk bersama barbuk berupa hp korban yang hilang, serta satu unit sepeda motor,” beber mantan Kapolsek Maesa Bitung itu.
Setelah lakukan pengecekkan nomor mesin dan ternyata cocok dengan sepeda motor milik korban yang hilang, aparat tidak ragu lagi membawa Tersangka dan semua alat bukti itu.

“Namun sangat disayangkan, saat kami minta menunjukkan barang bukti berupa pisau badik, tersangka berusaha melarikan diri dengan menabrak anggota tim,” ujar Sumampouw.

Tak mau buruannya lolos dan tak mau cidera, tim Manguni yang sempat mengingatkan Tersangka untuk tidak berbuat bodoh, akhirnya memilih melumpuhkan tersangka dengan timah panas di kaki kirinya.

“Setelah tak berkutik, Tersangka dirawat ke RS Bhayangkara Polda Sulut dan kiya serahkan ke Polresta Manado,” jelas mantan Kasat Reskrim Polres Tomohon tersebut.

Dari pengakuan tersangka, satu minggu yang lalu, korban yang pekerjaan sehari-harinya sebagai driver GoJek menerima orderan dari tersangka TP (33), diseputaran Zero Poin 45 Kota Manado, setelah itu korban membawa tersangka ke arah tujuan Kima Mapanget, tanpa menyadari kakau nyawanya sudah terancam.

Tiba di tujuan, tersangka langsung menusukkan pisau badik miliknya ketubuh korban sebanyak 2 kali, dan korban langsung tersungkur, diduga kuat tewas saat itu juga.

Tersangka langsung mempreteli korban, mengambil 1 buah dompet, 1 unit handphone dan 1 unit motor milik korban, kemudian mengubur tubuh korban dengan tanah.
“Motif pembunuhan ini cenderung pada perampokan dan pembunuhan,” tutup perwira muda sarat kharisma Reserse Kriminal itu (AKP Refly Sumampouw red).(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*