Menolak !! PT.MSM Tak Bole Beroperasi Dulu. Hendra Jacob : Ingat..Ada Resistensi Sosial Disini

Spread the love

Identitasprime.com – MANADO – Terkait aktifitas pt msm di lokasi tambang tatelu kecamatan dimembe kabupaten minahasa utara, Hendra jacob mempertanyakan ketidakjelasan keuntungan untuk masyarakat lingkar tambang tatelu raya dan talawaan jika PT msm jadi melakukan eksploitasi.

Menurut Hendra jacob bahwa selama adanya perusahaan tambang emas raksasa di satu kabupaten tidak banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat dari kegiatan eksploitasi itu.

Sebaliknya, justru lingkungan menjadi rusak, lahan pertanian/perkebunan terkalahkan, permukiman tergusur, dan resistensi sosial meningkat. Dan jika eksploitasi berada di dekat pemukiman masyarakat maka hancurlah kehidupan masyarakat sekitar, perikanan, pertanian, dan lain sebagainya pasti tidak akan bermanfaat lagi bagi kehidupan masyarakat. apalagi PT.MSM menggunakan metode underground dalam melakukan penambangan.

Saya menolak keras aktifitas perusahaan tambang emas PT. MSM di tatelu sebab masih banyak aturan yang harus diselaraskan, masih banyak kepentingan warga yang harus diperjuangkan, dan yang paling penting ada kepentingan kehidupan masyarakat lingkar tambang yang selama ini menjadikan tambang tatelu sebagai landasan hidup masyarakat.

Hendra jacob juga memohon kepada unsur pemerintah dan juga pada pihak PT.MSM agar kiranya dapat mempertimbangkan fakta munculnya gelombang penolakan dari masyarakat saat masih eksplorasi di lokasi tambang tatelu yang selama ini menghidupkan masyarakat sekitar.

Ingat bahwa gelombang penolakan masyarakat itu akan berdampak pada resistensi sosial, oleh sebab itu kiranya hal ini menjadi bahan pertimbangan pihak ESDM dan unsur pemerintah yang terkait.

Dengan sejumlah pertimbangan tersebut diatas maka sangat jelas sikap saya dan kawan kawan penambang, menolak penambangan emas oleh PT.MSM di lokasi tambang rakyat Tatelu.

” Kalau kita bicara masalah administratif, pemberian izin dan sebagainya, ya, kami persilakan. Akan tetapi, untuk menambang tunggu dulu,” kata mantan polisi itu.”

Hendra jacob, yang berdiri atas nama penambang tradisional mewakili ribuan masyarakat penambang emas di tatelu menyatakan, bahwa pihaknya akan segera bersurat ke Pemprov sulut dan kementrian ESDM perihal permohonan mengkaji ulang izin tambang emas untuk PT MSM di lokasi tambang masyarakat Tatelu.

Dalam surat resmi tersebut nantinya kami akan menyampaikan aspirasi dan semua alasannya yang menolak penambangan emas di lokasi tambang emas tatelu yang dahulunya sudah permah di keluarkan ijin WPR kepada Gubernur sulawesi utara bapak Olly Dondokambey.

Selain itu juga hendra jacob mempertanyakan luasan kepemilikan iup PT.MSM yang sebenarnya sebab sepengetabuan kami PT.MSM diberikan ijin WIUP seluas 8.969,00 ha. dengan no sk
323.K/30/DJB/20152/3/2015 yang berakhir pada 3/5/2041. Meliputi desa marinso, likupang satu, wineru, winuri, kalinaung, ranondoran, pinenek dan lumpias. dan WIUPnya itu tidak mencakup tatelu dan talawaan.

Berbeda dengan WIUP dari PT.TTN yang luasanya mencapai 30.848,00 ha sesuai sk
440.K/30/DJB/201712/6/2017 yang mencakup hampir semua kampung tatetlubraya dan talawaan masuk di dalam WIUP tersebut.

Oleh karena Izin WIUPnya ini sudah mencakup perkampungan atau pemukiman masyarakat desa tatelu raya dan desa talawaan, maka kami akan menyurati menteri ESDM perihal pengkajian ulang izin WIUP PT.TTN sekaligus permohonan penciutannya yang di dalamnya meminta kebijakan kementrian ESDM untuk mengaktifkan izin WPR tambang tatelu dimana ribuan masyarakat penambang bergantung hidup disana. Tegas Hendra jacob s.ip.

( Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*