Menyedihkan… Minut Gudang Atlet, Tapi Minut Harus Ikhlaskan Atletnya Sumbang Medali Untuk Daerah Lain

Spread the love

Benarkah Ikut Porprov Kontingen Minut Tidak Ada Fasilitas Penginapan?

MINUT, IdenritasPrime – Memiliki gunung Klabat yang juga merupakan gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara, memiliki kekayaan alam yang berlimpah, ternyata bukan itu saja yang dipunya Bumi Kumelembuay Tonsea (Minahasa Utara red-).

Kabupaten Minahasa Utara juga memiliki segudang Putra-putri atlet yang hebat di hampir seluruh Cabang olahraga. Mau bukti, beberapa hari lalu Bumi Nyiur Melambai menggelar Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulawesi Utara (Sulut) ke- IX tahun 2017 yang bertempat di Kabupaten Minahasa dan resmi dibuka serta ditutup oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE.

Suksesnya Kegiatan Porprov Ix digelar, kemudian dinyatakan Gubernur sebagai Hari Kebangkitan Olahraga di Sulut dan akan diperingati 2 tahun sekali serta menghibah dana 1 Miliard rupiah lewat APBD 2018 untuk pembinaan atlit di setiap daerah.

Sangat disayangkan, dalam ajang bergengsi, ini ada beberapa atlet asal Minut yang mengaku memilih membela Kabupaten yang lain karena kurangnya perhatian pemerintah setempat melalui Dinas terkait.

“Bermain dimana saja kami siap sumbang medali, apalagi kalau bisa membela daerah sendiri tentunya sangat bangga. Masalahnya disini tergantung bagaimana pemerintah setempat melihat kami para atlit ” kata
Anastasia Regina Putri Renyaan Atlit Volley Minut yang sampai saat ini memperkuat Tim Junior JWS Minahasa.

Ditanya jika nanti diminta bermain dengan Kabupaten Minut Regina mengatakan,di mana saja bisa, tapi tergantung dari Pemerintah melihat, menilai, dan menghargai potensi kami sebagai atlit.

“Kita kan atlet asli Minut, tapi karena Pemerintah sepertinya kurang perhatian terhadap nasib kami. Jadi dengan bermIn didaerah lain yang dapat memfasilitasi dan menyalurkan bakat kami,” tegas Regina.

Sementara Cicilia Senduk atlet lainnya mengatakan, mayoritas atlet-atlwt yang ada di Sulut itu berasal dari Minut dan sangat disayangkan memilih memperkuat daerah lain.

“Contohnya Volly Putra-putri, futsal, atletik dan sebagian besar atlet-atlet di Sulut itu faktanya berasal dari Minut. Namun sangat disayangkan pemerintah di Minut kurang memperhatikan atlet, sementara agenda perlombaan hanya terbatas,” beber Senduk.

Dalam kegiatan PORPROV kali ini timpal Cicillia, terima atau tidak kenyataannya ada begitu banyak atlet Minut memperkuat daerah lain, daripada membela daerah sendiri dengan alasan sama.

“Pada event kali ini ada banyak atlet lompat pagar membela Kabupaten/Kota lain, karena dengan pertimbangan lebih banyak peluang didapat saat memperkuat daerah lain,” ungkap Senduk.
Namun dirinya sangat berharap, kedepan nanti kiranya Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dapat lebih jeli memperhatikan atlet terlebih dinas terkait yang khusus dipercayakan untuk lakukan tugas kontroling tingkat kesejahteraan atlet di Minut agar tidak terjadi hal serupa kedepan.
“Saya dengar saudara-saudari atlet Minut katanya datang berlomba dari Airmadidi, tanpa ada fasilitas penginapan di Tondano, entah benar apa tidak, yang pasti itu sangat tidak nyaman,” pungkas Cicilia.

Terpisah Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Minut Jefta Sumanti tak menampik hal itu. Namun pihknya akan mengevaluasi bagi atlet-atlet Volley Minut, agar kedepan dapat memperkuat Kabupaten Minahasa Utara. Komposisi atlet yang bermain di Minut saat ini sangat pas-pasan.

“Ada beberapa atlet yang sedang memperkuat Kabupaten lain, dan ini yang menjadi bahan evaluasi kami kedepan. Agar atlet asli Minut dapat memperkuat daerah, tentunya kami Koni Minut akan berupaya keras mensupport segala hal terkait kesejahteraan atlet, ” kata ASN Dishub Kominfo Minut itu.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*