Mesin Mati, Pelang Diseret Ombak, Dua Nelayan Desa Maen Terdampar di Lirang Pulau Lembeh

Spread the love
  • 8
    Shares
Foto ilustrasi

MINUT, IdentitasPrime – Dua orang nelayan asal Desa Maen Kecamatan Likupang Timur, dikabarkan hanyut terseret ombak, Rabu (7/2) di perairan Desa Maen akibat badai dan mati mesin.
Cuaca ekstrim akhir-akhir ini telah merubah laut menjadi ganas. Kejadian ini mendapat atensi dari Pemkab Minahasa Utara, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP).

Mendapat kabar ada dua nelayan masing-masing Darman Bahoa (33) dan Solat Panegoro (44) saat melaut dihantam badai sehingga perahu ‘Pelang’ mereka dihempas gelombang laut hingga hanyut gara-gara mesin tempel mati, Bupati Minut Vonnie Aneke Panambunan melalui Kepala DKP Ir Sadrakh Tairas memantau langsung pencarian kedua korban hanyut ini dari Desa Maen.

“Untunglah, jam 13.00 diterima informasi bahwa kedua nelayan ini telah ditemukan, terdampar di pulau Lembeh Desa Lirang Lembeh Utara Kota Bitung. Saya menerima informasi ini dari mantan hukum tua Desa Maen Roy Pitoy,” beber Sadrakh Tairas.

Terpisah Humas Badan Search And Rescue Nasional (BASARNAS) Fery Ariayanto membenarkan bahwa keduanya telah ditemukan di desa tersebut dalam keadaan selamat.
Menurut Bang Fery sapaan akrabnya, setelah dinyatakan hilang Basarnas sempat mengerahkan Kapal Negara Bimasna untuk menyisir perairan Likupang sampai ke Bitung.
“Laporan terakhir kedua orang tersebut masih bisa melihat Pulau Bangka diwilayah Desa Lihunu Kecamatan Likupang Timur. Perahu mereka hanyut akibat mati mesin,” katanya.
Kemudian lanjut Fery, pada Kamis (8/2) keduanya terdampar di Pulau Lembeh Desa Lirang pada jam 10.00 pagi dalam kondisi yang lemah dan kelaparan. “Kepala Sekolah TK setempat sempat menlong dengan cara memberi makan dan minum,” tutupnya.

Menurut Solat Ponegoro salah satu korban, busi mesin tidak berfungsi kemudian mesin mati, dan perahu terapung serta hanyut. Setelah diberi busi oleh warga desa mesinpun hidup. Kedunya kemudian melakukan komunikasi dengan istrinya di Desa Maen. Menerima kabar ini keluarga yang melakukan pencarian dengan menggunakan speedboat Hotel Casabayo langsung menjemput di Desa Lirang. Dengan dikawal speedboat tersebut kedua korbanpun kembali dan tiba di Desa Maen dalam keadaan selamat pada jam 16.00 dan disambut dengan tangis haru oleh keluarga.
Kejadian ini, membuat Pemkab Minut melalui Kepala DKP menghimbau untuk berhati-hati dalam melaut.
“Bila memang situasi dan cuaca tidak mendukung jangan mengambil resiko yang dapat membahayakan nyawa nelayan,” himbau Kepala DKP Sadrak Tairas.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*