Nasib 3 Subkon Jalan Tol Masih Terkatung-katung

Spread the love

JANJI PT SRABG (SINO) / PT HK (PERSERO) AKAN BAYAR UANG 3 SUBKON, MASIH NIHIL

MINUT, IdentitasPrime – Kesepakatan bersama antara pihak PT SINO ROAD AND BRIDGE GROUP co.LTD / PT. HUTAMA KARYA (Persero), dihadapan Kapolsek Airmadidi, akan membayar hak dari tiga subkon (CV Aurelio, PT Angkasa Wastu Pratama (AWP), PT Borneo Celebes Indonesia dan (BCI) di kantor Hutama Karya) pada pertemuan Jumat 6 Oktober 2017, menurut kesaksian Pak Yudhi selaku Wakil Direktur CV Aurelio di Jakarta masih ngambang.
“Kita bersabar dulu, soalnya mereka mengajak kami rapat di Jakarta, kemudian akan menyelesaikan semua permasalahan disana,” beber Yudhi Jumat (6/10) sekira pukul 17:00 wita kepada wartawan.

Senin (9/10) rapat kedua belah pihak disepakati digelar di Jakarta. Pertemuan dihadiri Pak Alfian Kepala Wilayah Indonesia Timur dari PT Hutama Karya, Pak Rajez sebagai Kepala Proyek (Kapro), Pak Ramli sebagi Enginer, Pak Hera sebagai Drafter, Pak Adi sebagai Surveyor dari PT HK. Sementara dari pihak Konsultan, hadir Pak Hasrul Bunyamin, dan dari 3 subkon, dihadiri Pak Parno, Pak Welly dari PT AWP, Yudhi sendiri dari CV AURELIO.
“Awal pertemuan mereka menjelaskan tentang data yang dipakai untuk pekerjaan. Kamipun meminta data yang di pakai sesuai dengan yang telah di bayarkan sehingga sah seauai protap, disitu ada 7 tanda tangan dari pihak kontraktor,” beber Yudhi.

Namun sayangnya, lanjut Yudhi, dari pihak kontraktor PT SINO-HK masih tetap bertahan dengan data hasil ‘JOINT SURVEY antara kontraktor dengan konsultan. Tentu saja data tersebut tidak diakui oleh ke-3 subkon.

“Itu sangat merugikan kami. Dipertengahan meeting, hadir Pak Ari, bagian dari PT AWP yang meminta untuk lebih dulu direntukan point notulen rapat dan gambar yang disepakati untuk dipakai menentukan isi (volume) pekerjaan, sebab kami selalu merasa di curangi dengan jumlah volume tidak sesuai jumlahnya,” urai Yudhi.
Sementara, Pak Welly dari PT AWP, mengatakan, Kontraktor PT SINO-HK selalu memakai acuan gambar baru yang diterbitkan pada bulan Agustus 2017, edangkan proyek dimulai dari awal November 2016 dan kontrak sendiri baru di lakukan pada bulan Februari 2017.
Dari hasil rapat di dapatkan beberepa point notulen. Rapat belum selesai sebab Pak Alfian berpamitan akan mengikuti pelatihan.
“Hingga waktu habis rapat hari Senin, belum menghasilkan kesepakatan sehingga rapat di lanjut hari Selasa pukul 10:00 wib, namun belum juga mencapai kesimpulan akhir,” tukas Welly agak kecewa.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*