Norris Tirayoh Pertanyakan Fungsi DPRD Minut Terkait Petaka Megaproyek Jembatan Tol Ambruk

Spread the love

3 Menteri Diminta Evaluasi PT WIKA, Satker/PPK dan Kabalai BPJN XV

MINUT, IdentitasPrime – Malapetaka runtuhnya salah satu jembatan di megaproyek Jalan Tol dibilangan Tumalungtung Minut, sangat menghebohkan antero Nusantara.

Di KabupatennMinahasa Utara sendiri, masyarakat heran. Pasalnya, semenjak kejadian, sampai hari ini pihak DPRD Kabupaten Minahasa Utara (Dekab Minut) tampak taknada reaksi, apalagi turun memantau ke TKP. “Jangan berpikir, kejadian ini adalah APBN dan perusahaan BUMN,,tapi lihat dong, TKP nya dimana,” tukas Norris Tirayoh aktivis paling vokal di Minut, Kamis (19/4) di salah satu rumah makan di Minut.

Ia juga mempertanyakan bagaimana Sikap Dewan Kabupaten Minut enghadapi hal Ini, dan apa langkah konkret apa yang sudah dan akan dilakukan saat kasus terjadi didepan mata mereka, ini kadus nasional yang menodai tanah Minut,”semburnya.

Ditambahkan Norris, kejadian didepan mata saja diacuhkan, bagaimana dengan kejafian-kejadian lainnya di Minut. “Contohnya, hak rakyat Paputungan, pembebasan lahan tol tentang SDN Kawangkoan yang sampai detik ini berkantor di balai Desa Kawangkoan, dan banyak lagi luka masyarakat yang tak enak saya uraikan lewat media,” kata Tirayoh dengan suara datar.

Agresifitas Anggota Dewan Minut saat kampanye dulu mencari suara rakyat, kata Norris, mana. “Apakah mereka digaji hanya untuk studi banding dan pelesir saja, lebih khusus para wakil rakyat di dapil Kauditan-Kema dan dapil Kalawat Airmadidi. Masih lebih bermanfaat turun lapangan dan jaeab pertanyaan rakyat, dibanding studi banding dan pelesir tak bermanfaat dan hanya ber ‘selvi’ ria menggerogoti uang negara,” tukas Norris Tirayoh.

Dirinya meminta para penghuni gedung cengkeh (Politisi DPRD Minut) bergerak jangan jemput bola saja. “Bergerak dong, jangan hanya jemput bola agar masyarakat masih boleh percaya dan memilih anda lagi pada pilcaleg mendatang,” ujar Norris penuh harap.

Dewan harus hearing dan buat PT WIKA memberi jaminan tertulis maupun tidakntertulis atas kejadian di Tol Itu. “Panggil mereka hearing, desak apa jaminan lisan dan tulisan yang mana kedepan nanti tak akan terjadi hal serupa atau lebih parah lagi dinMinit ini.

Untuk sikap Kabalai BPJN XV, Sater/PPK tetkait proyek ini yang terkesan menutup mulut, Tirayoh meminta tiga (3) menteri Menteri mengevaluasi kinerja mereka. “Menteri BUMN, Menteri Tenaga Kerja, dan Kemen PU evaluasi kemampuan dan kinerja Kabalai BPJN XV, PPK /Satker terhadap kejadian ini, bila kelalaian mereka gatal, proses mereka secepatnya,” pungkas Norris.(7O)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*